Punya Tiga Wamendagri, Mendagri Tito Kesulitan Tugas?

mendagri tito tiga wamendagri
(Instagram/Kemendagri)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan apresiasinya atas pelantikan Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) yang baru. Dilantiknya Wiyagus, sekaligus menambah tiga wakil menteri dalam kementerian tersebut.

Ia mengatakan, kursi Wamendagri sudah ditempati tiga sosok, sehingga beban kerjanya akan menjadi lebih ringan karena tugas-tugas bisa dibagi secara merata di antara mereka.

“Itu nanti 3 wamen. Tugas saya jauh lebih ringan, tinggal bagi bagi tugas semua, evaluasi,” ujar Tito kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Tito menjelaskan, mengelola Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia bukanlah tugas mudah, sehingga dibutuhkan pembagian peran yang efisien dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Dengan penugasan oleh bapak Presiden ke Kemendagri, ada 3 berarti wamen, saya tinggal bagi saja nanti. Indonesia kan luas sekali ya, bayangkan negara kita kepulauan terbesar. Negara kepulauan terbesar seluruh dunia,” katanya.

Tito, yang juga merupakan mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, mengungkapkan bahwa ketiga wakil menteri tersebut akan ditugaskan sesuai zona waktu di Indonesia.

BACA JUGA:

Mendagri Tito Karnavian Wanti-wanti Pejabat di Tengah Penderitaan Rakyat!

Tito Ingatkan Pejabat Daerah: Jangan Flexing, Masyarakat Sedang Prihatin!

Jadi saya tinggal bagi tugas saja nanti 3 Wamen, ada nanti yang koordinator bagian barat, bagian tengah dan bagian timur,” ungkapnya.

Ia menambahkan, para wakil menteri akan diberi tanggung jawab untuk turun langsung ke daerah-daerah yang menghadapi tantangan khusus, seperti inflasi tinggi, tingkat kemiskinan yang masih besar, atau persoalan lainnya, yang tidak bisa seluruhnya ditangani secara langsung oleh Mendagri karena keterbatasan waktu.

“Mereka nanti akan saya tugaskan untuk berkunjung mendatangi daerah-daerah itu, yang misalnya inflasinya tinggi, yang kemiskinannya tinggi, yang punya problem, yang saya enggak akan mungkin sempat kalau sendirian,” jelas Tito.

Sebagai informasi, saat ini Kemendagri memiliki tiga Wakil Menteri Dalam Negeri, yaitu Bima Arya, Ribka Haluk, dan Akhmad Wiyagus.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Gelar Edukasi Olah Sampah Organik di Desa Cikadut
Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Gelar Edukasi Olah Sampah Organik di Desa Cikadut
Lepas Bapenda Bedas Run, KDS Ajak Warga Taat Pajak Dukung Pembangunan
Lepas Bapenda Bedas Run, KDS Ajak Warga Taat Pajak Dukung Pembangunan
KDS Kebut Tangani Banjir Kabupaten Bandung, Normalisasi Sungai hingga Bangun Drainase Baru
KDS Kebut Tangani Banjir Kabupaten Bandung, Sungai Dikeruk hingga Bangun Drainase Baru
Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
favehotel Hyper Square Bandung Hadirkan Meeting Package Harga Terjangkau Untuk Kebutuhan Bisnis
favehotel Hyper Square Bandung Hadirkan Meeting Package Harga Terjangkau Untuk Kebutuhan Bisnis
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Headline
Harga Kedelai Melonjak, Farhan Minta Perajin Tahu Tempe Tetap Produksi
Harga Kedelai Melonjak, Farhan Minta Perajin Tahu Tempe Tetap Produksi
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis
timnas-kanada-saatnya-les-rouges-buat-sejarah-di-800-2026-05-02-091044_0
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia-Herzegovina Piala Dunia 2026, Tuan Rumah Bidik Kemenangan Bersejarah di Laga Pembuka
Bandung Zoo
Ada Pengelola Baru, Pemkot Siapkan Tahapan Perizinan dan Transisi Operasional Bandung Zoo