BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengenakan tarif 100 persen terhadap barang-barang asal China. Ia menilai hal ini justru berpotensi menguntungkan Indonesia.
Purbaya menjelaskan, keuntungan ini bisa didapat melalui perluasan akses ekspor barang Indonesia ke pasar AS.
“Kalau kita lihat kan, kalau China dikenakan tarif 100 persen kan barang kita jadi lebih bersaing di Amerika, untuk itu kita untung. Biar saja mereka berantem, kita untung,” kata Purbaya di Jakarta, Senin.
Dia menambahkan, ketegangan perdagangan antara AS dan China kemungkinan bakal memunculkan sentimen campuran di pasar keuangan Indonesia.
Meski demikian, Purbaya memperkirakan dampak jangka panjangnya akan positif terhadap kinerja ekspor nasional.
“Ke IHSG harusnya positif. Kenapa? Mungkin ada sentimen negatif di pasar ya, gara-gara pasar sana jatuh,” ujarnya.
Baca Juga:
Menkeu Purbaya Tolak Gunakan APBN untuk Family Office Gagasan Luhut Binsar
Purbaya Siapkan Layanan Khusus Untuk Pengaduan Pajak dan Bea Cukai, Terhubung Langsung ke Menteri
Sebelumnya, China mengumumkan pembatasan ekspor unsur tanah jarang yang memperluas kontrol atas teknologi pemrosesan dan manufaktur. Kebijakan tersebut juga melarang kerja sama dengan perusahaan asing tanpa izin pemerintah.
Kementerian Perdagangan China menyatakan langkah itu dilakukan untuk menjaga keamanan dan kepentingan nasional, termasuk kontrol ekspor pada teknologi penambangan, peleburan, pemisahan, produksi material magnetik, serta daur ulang sumber daya sekunder.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merespok keras kebijakan pembatasan ekspor mineral tanah jarang (rare earth) oleh China tersebut.
Trump mengancam akan mengenakan tarif baru sebesar 100 persen terhadap barang-barang dari China dan membatasi ekspor “perangkat lunak penting”.
Tarif tersebut ditargetkan mulai berlaku pada 1 November 2025 atau lebih cepat. Keputusan ini akan bergantung pada langkah lanjutan dari pihak China.
Dengan adanya tarif tinggi bagi produk China, barang-barang ekspor dari Indonesia diperkirakan dapat bersaing lebih kuat di pasar AS. Komoditas seperti tekstil, alas kaki, hingga produk elektronik berpotensi mendapat celah pasar yang lebih besar.
(Raidi/Aak)











