BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Nama Yusuf Dikec, atlet menembak asal Turki yang sempat viral di Olimpiade Paris 2024, kembali menjadi sorotan publik. Setelah mencuri perhatian dunia lewat gayanya yang unik saat menembak, kini Dikec kembali mengukir prestasi gemilang di ajang European Champions League.
Dalam kejuaraan yang untuk pertama kalinya digelar di Istanbul, Dikec sukses memimpin tim nasional menembak Turki menyapu bersih tiga medali emas. Prestasi itu terasa semakin spesial karena diraih di hadapan publik sendiri.
Dikec turut menyumbang satu medali emas di nomor beregu putra, sebuah capaian yang sekaligus menegaskan bahwa popularitasnya di dunia maya sejalan dengan konsistensinya sebagai atlet profesional.
Pesta Emas di Istanbul
Tim nasional menembak Turki tampil dominan di ajang European Champions League of Air Weapons. Pasangan Yusuf Dikec dan Mustafa Inan berhasil mengalahkan tim kuat Jerman di final nomor beregu putra 10 meter air pistol untuk merebut emas pertama.
Tak berhenti di situ, tim putri Turki juga menunjukkan performa impresif. Damla Kose dan Elif Berfin Altun mempersembahkan medali emas di nomor senapan angin, disusul pasangan Esra Bozabali dan Sevval Ilayda Tarhan yang menundukkan tim Prancis di final pistol angin putri untuk melengkapi tiga emas bagi tuan rumah.
Kebanggaan Dikec
Usai memastikan kemenangan, Yusuf Dikec mengungkapkan rasa bangganya bisa meraih medali emas di tanah kelahiran sendiri.
“European Champions League adalah platform khusus yang disediakan untuk para atlet terbaik,” kata Dikec.
“Mewakili negara saya di depan penonton tuan rumah, dengan turnamen yang diadakan di Istanbul untuk pertama kalinya, adalah sebuah kehormatan besar. Memenangkan emas di sini membuat saya sangat bahagia,” ungkapnya.
Dikec juga menyebut bahwa ajang ini menjadi pemanasan penting jelang Kejuaraan Dunia di Kairo.
“Ini juga berfungsi sebagai persiapan untuk Kejuaraan Dunia di Kairo November ini, di mana tujuan saya adalah membawa pulang medali lagi,” lanjutnya.
Fenomena Viral Sang Penembak Tenang
Popularitas Yusuf Dikec mulai meledak sejak Olimpiade Paris 2024. Saat itu, ia meraih medali perak di nomor beregu campuran. Namun yang membuatnya viral bukan sekadar prestasi, melainkan gaya khasnya yang santai dan tenang saat menembak tanpa alat bantu tambahan.
Aksi tersebut terekam kamera dan menjadi sensasi di media sosial. Bahkan, tokoh dunia seperti Elon Musk turut membagikan momen ikonik itu.
“Saya selalu percaya untuk mempercayai keseimbangan dan fokus saya sendiri daripada bergantung pada peralatan. Rasanya wajar bagi saya, dan saya senang orang-orang di seluruh dunia bisa melihatnya selama Olimpiade,” jelasnya.
Profil Singkat Yusuf Dikec
Yusuf Dikec lahir di Tasoluk, Provinsi Kahramanmaraş, Turki. Ia baru meniti karier profesional sebagai atlet menembak pada 2011, setelah pensiun sebagai bintara di Gendarmerie Turki (kepolisian militer).
Prestasi Dikec bukan hal baru. Ia pernah mencetak rekor dunia di Kejuaraan Dunia Militer CISM 2006 dan meraih medali emas ganda pada 2013. Namun, namanya benar-benar mendunia setelah meraih medali perak di Olimpiade Paris 2024.
Seiring popularitasnya, Dikec bahkan mematenkan pose menembak khasnya pada September 2024, setelah mengetahui ada pihak yang mencoba mendaftarkannya sebagai merek dagang tanpa izin.
“Setelah diberi tahu tentang berbagai inisiatif pendaftaran merek dagang yang dilakukan tanpa sepengetahuan Yusuf Dikec, kami mengajukan permohonan sekitar seminggu yang lalu,” ujar pelatihnya, Erdinc Bilgili, dikutip dari AFP.
(Haqi/Budis)











