BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Era baru Formula 1 sudah di depan mata. Mulai musim 2026, dunia balap jet darat akan memasuki fase transisi besar dengan regulasi mesin dan energi yang sepenuhnya baru. Red Bull melihat peluang emas untuk memperluas dominasinya lewat kekuatan inovasi teknologi.
Prinsipal tim, Laurent Mekies menegaskan bahwa perubahan bukanlah ancaman.
“Kami tidak khawatir. Justru kami melihatnya sebagai kesempatan untuk melangkah ke wilayah baru yang lebih menantang dan menarik,” ujar Mekies, melansir Formula1, Rabu (5/11/2025).
Mulai 2026, setiap mobil F1 akan menggunakan power unit generasi baru V6 turbo 1.6 liter dengan tenaga 50 persen dari mesin pembakaran internal dan 50 persen dari motor listrik.
Bukan hanya itu, bahan bakar yang digunakan akan 100 persen berkelanjutan, sementara sistem pemulihan energi (ERS) juga mendapat peningkatan signifikan.
Perubahan ini menjadi simbol evolusi besar Formula 1 menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan performa ekstrem.
Mekies menyebut bahwa Red Bull telah lama bersiap menghadapi era ini. Berbekal unit pengembangan mesin sendiri melalui Red Bull Powertrains, tim berbasis Milton Keynes itu kini tak lagi sepenuhnya bergantung pada pabrikan luar.
Keputusan tersebut, yang sempat dianggap berisiko, kini terbukti menjadi langkah strategis menuju kemandirian teknis.
“Banyak tim akan menghadapi ketidakpastian dalam menghadapi regulasi baru ini. Tapi bagi kami, ini adalah kesempatan untuk memanfaatkan teknologi dan pengalaman yang sudah kami bangun selama bertahun-tahun,” tambah Mekies.
Regulasi baru 2026 juga membuka pintu bagi pabrikan baru untuk bergabung ke F1. Mekies percaya bahwa masuknya lebih banyak pemain akan memicu kompetisi yang lebih sehat dan berimbang, bukan justru memperlebar jurang antara tim papan atas dan menengah.
“Dalam kondisi baru seperti ini, siapa pun bisa membuat terobosan besar. Itulah yang membuat F1 tetap hidup ketidakpastian dan kreativitas teknis,” ujarnya.
Baca Juga:
Rumor Panas! Red Bull Lirik Alex Palou untuk Formula 1 2026
Gagal Bajak Max Verstappen dari Red Bull, Mercedes Pilih Realistis Andalkan Russell dan Antonelli
Red Bull memandang perubahan ini bukan sekadar urusan mesin, tetapi bagian dari transformasi global industri otomotif yang bergerak menuju efisiensi dan keberlanjutan. Mekies menilai, misi F1 untuk tetap relevan dengan teknologi masa depan akan membuat olahraga ini semakin menarik dan bermakna.
Mobil 2026 nanti akan hadir lebih ringan, dengan aerodinamika aktif, tingkat elektrifikasi lebih tinggi, serta efisiensi bahan bakar lebih baik. Dalam skema itu, Red Bull bertekad bukan hanya menjadi tim tercepat, tapi juga pemimpin dalam inovasi.
“Kami ingin menjadi tim yang tidak hanya memenangkan balapan, tapi juga mendorong batas-batas teknologi balap ke level baru,” tegas Mekies.
Dengan semua persiapan yang tengah dijalankan, Red Bull tampak tidak sekadar siap menghadapi regulasi 2026, mereka ingin menjadi tolok ukur baru bagi dunia F1 modern.
Di tengah gelombang perubahan besar, Red Bull memilih untuk tidak bertahan, melainkan berevolusi.
“Ini adalah babak baru. Kami ingin tetap memimpin, bukan hanya di papan klasemen, tapi juga di jalur inovasi,” tutup Mekies.
(Budis)










