BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mundurnya Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto, sempat menarik perhatian publik. Namun di balik itu,ada target besar yang sampai sekarang belum juga tercapai, yakni masuk ke Olimpiade. Hal ini sekaligus jadi sorotan di tengah prestasi pencak silat Indonesia yang terus konsisten di berbagai ajang internasional.
Pada akun resmi PB IPSI, Indonesia berhasil mengoleksi total 199 medali, dengan rincian 95 medali emas, 55 medali perak, dan 49 medali perunggu. Raihan ini menjadi bukti nyata konsistensi dan dominasi Indoneisa dalam cabang olahraga warisan budaya bangsa.
Serta pada unggahan di akun Instagram resmi juga terlihat bahwa pencak silat selalu memenangkan medali, seperti SEA Games 2025 lalu. Ini menunjukkan bahwa kualitas atlet pencak silat Indonesia masih menjadi andalan. Prestasi ini terus berulang dari kejuaraan ke kejuaraan.
Namun di balik itu, target membawa pencak silat ke Olimpiade sampai sekarang belum berhasil diwujudkan. Hal ini juga sempat disinggung dalam rapat pleno Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI saat adanya pengumuman mundurnya ketua umum, Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut sekaligus jadi pengakuan bahwa perjuangan olahraga ini belum selesai, bahkan bisa dibilang masih panjang.
“Banyak tugas PB IPSI ke depan. Saya minta maaf, saya belum berhasil membawa Pencak Silat ke Olimpiade. Kita terus berusaha,” ujar Prabowo saat meresmikan pembukaan Munas XVI PB IPSI di Jakarta.
Baca Juga:
PB IPSI sendiri memastikan roda organisasi tetap berjalan. Program pembinaan atlet, kompetisi, hingga regenerasi disebut tetap jadi fokus utama, meskipun ada pergantian kepemimpinan. Hal ini ditegaskan agar prestasi yang sudah ada tidak berhenti, tidak terputus di tengah jalan.
Dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI, kepemimpinan baru pun langsung terbentuk. Sugiono terpilih sebagai Ketua Umum PB IPSI periode 2026–2030. Ia akan melanjutkan estafet kepemimpinan dengan membawa target yang sama, yaitu mendorong pencak silat agar bisa menembus Olimpiade.
“Ke depan, tentu saja tadi disampaikan bahwa kita harus menduniakan pencak silat. Cita-cita kita untuk melihat pencak silat jadi bagian dari Olimpiade merupakan cita-cita yang harus diwujudkan,” ujar Sugiono.
Ia juga menyebutkan bahwa tugas ini bukanlah hal yang mudah. Ia menegaskan pencak silat harus tetap dikembangkan, bukan hanya sebagai warisan budaya, tapi juga sebagai olahraga yang bisa bersaing di level global. Upaya menuju Olimpiade pun disebut akan menjadi prioritas ke depan, meskipun jalannya masih panjang.
Momentum ini akhirnya jadi titik pentin, karena di satu sisi pencak silat Indonesia masih menang dan berprestasi. Tapi di sisi lain, target besarnya belum juga tercapai yaitu masuk Olimpiade. Dengan hadirnya kepemimpinan baru ini, harapannya bukan hanya melanjutkan, tapi benar-benar bisa membawa pencak silat naik level, bukan sekadar bertahan.
(Magang Unpas / Putri Diva Cahya Satriani)











