Regulasi Ban MotoGP Dikritik, Ketika Teknologi Mengalahkan Naluri Balap?

MotoGP Austria
(Dok.Red Bull)

Bagikan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Bagikan

BANDUNG, TEROPONGMEDI.ID – Aroma kompetisi di lintasan MotoGP kembali tercemar oleh kontroversi aturan teknis, kali ini menyangkut tekanan ban depan.

Balapan sprint di Brno bukan hanya tentang kecepatan dan strategi, tapi justru berubah menjadi “permainan tekanan udara”, yang membuat banyak pebalap dan penggemar menggaruk kepala.

Di tengah panasnya adu cepat, publik dikejutkan oleh momen Marc Marquez yang secara tiba-tiba mengendurkan laju motornya.

Bukannya karena masalah teknis atau kelelahan, Marquez harus melambat lebih dari tiga detik hanya untuk memastikan tekanan ban depan tetap berada di atas 1.8 bar, seperti yang diwajibkan regulasi.

Tak lama setelahnya, giliran Francesco Bagnaia yang frustrasi karena peringatan tekanan ban di dasbor motornya ternyata keliru.

Ia mengira telah melanggar aturan, padahal tidak. Ini memperlihatkan bagaimana teknologi canggih justru menciptakan kebingungan di lintasan, bukan membantu performa.

Kisruh ini membuat Carl Fogarty, legenda World Superbike empat kali juara dunia, angkat suara. Lewat unggahan di media sosial, ia menyebut aturan tersebut sebagai “lelucon besar” dan mempertanyakan arah MotoGP yang dianggapnya “kian kehilangan ruh balap”.

“Siapa peduli tekanan ban kamu berapa?! Biarkan mereka balapan! Ini bukan soal angka, ini soal nyali dan skill,” tulis Fogarty penuh emosi.

Fogarty sendiri sejak lama menjadi suara kritis terhadap modernisasi MotoGP yang dianggapnya terlalu teknokratis.

Baca Juga:

CEO Ducati Ungkap Alasan Kecelakaan Marc Marquez di MotoGP Spanyol

Ia menilai dunia balap kini lebih sering diputuskan oleh sensor dan data dibandingkan duel murni antar manusia dan mesin.

Aturan tekanan ban ini memang dibuat demi alasan keselamatan. Ban dengan tekanan terlalu rendah bisa membahayakan pengendara.

Namun implementasinya dengan menghukum pebalap jika tekanan turun terlalu lama, bahkan ketika mereka sedang bertarung sengit membuat banyak pihak mempertanyakan, apakah aturan ini masih berpihak pada sportivitas?

Konflik antara data dan naluri, antara aturan dan kebebasan balap, kini jadi pusat perhatian. Marquez, Acosta, hingga Bagnaia mungkin berhasil menyelesaikan balapan tanpa penalti, tapi publik keburu kehilangan kenikmatan, balapan yang diatur bukan oleh strategi atau adrenalin, melainkan oleh barometer tekanan.

Seiring makin kerasnya suara dari paddock dan legenda balap, tuntutan agar Dorna dan FIM mengevaluasi ulang aturan tekanan ban semakin tak terelakkan.

Jika tidak, bisa jadi masa depan MotoGP akan semakin menyerupai simulasi, bukan lagi pertunjukan keberanian.

(Budis)

Berita Terkait
Berita Terkini
small_ad5d5734_4ce8_47d2_a418_2202e98d468f_2023805702_117a67c484
Satgas PKH Tertibkan Tambang Nikel PT Mineral Trobos di Maluku Utara
Pelajar pesta miras
10 Pelajar Diamankan Polres Ternate Saat Pesta Miras, Barang Bukti Disita
Jemaah Haji Maluku Utara
Gubernur Sherly Beri Uang Saku Rp 1 Juta Untuk 1.076 Jemaah Haji Maluku Utara
Kepala Desa Toin.
Kades Toin Diduga Ancam Warga dengan Parang, KNPI Halsel Desak Polisi Tetapkan Tersangka
Tambang Ilegal Malut
Aktivitas Tambang Ilegal di Maluku Utara Kembali Tercium Polisi, 7 Orang Ditangkap!
KPU Maluku
Komisi II DPR Minta Usut Tuntas Kasus Bendahara Bakar Kantor KPU Buru di Maluku
Pertambangan ilegal Halmahera Utara
Tindak Aktivitas Tambangan Ilegal, Polda Malut Turunkan Tim Gabungan
Gempa M 5,2 Guncang Ternate Maluku Utara
Gempa M 5,2 Guncang Ternate Maluku Utara
Starlink wilayah blankspot
Pemprov Malut Uji Coba Starlink: Akses Internet di Wilayah Blank Spot
Plaza Gamalama dialihfungsikan
Gedung Plaza Gamalama Resmi Dialihfungsikan Jadi RSUD Ternate

1

Jembatan Cirahong, Satu-satunya Jembatan Susun di Indonesia

2

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
TeropongMedia_Logo Teropong Malut-12

Teropong Media Maluku Utara
Jl. Melati, RT. 015/ RW. 004, Kelurahan Tanah Tinggi, Kec. Ternate Selatan. Kota Ternate Maluku Utara 97715

Teropongmedia - Maluku Utara ©2024. All Right Reserved