Relasi Tak Biasa Panji Gumilang, Perempuan Atribut Israel Datang Tak Tutup Aurat

Panji Gumilang Terancam 10 Tahun Pidana
Panji Gumilang Terancam 10 Tahun Pidana. (Istimewa)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TM.ID: Panji Gumilang disebut-sebut memiliki relasi yang tidak biasa. Hal tersebut terungkap dalam sebuah podcast Kasisolusi.

Salah satu alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun bernama Yudhika mengungkapkan kalau Panji ketika acara Muharram, dikatakan pernah mendatangkan perempuan beratribut Israel.

“Kemarin yang satu Muharram diundang siapa saja ketahuan. Dia itu aktivis yang pakai baju Israel itu. Dia cewek orang Indonesia. Dia menyebut baru kali ini diizinkan pakai atribut Israel,

artinya dia ngerasa terhormat banget di tempat lain dia susah pakai itu, Panji ada di situ,” ungkapnya seperti dikutip dari kanal Youtube Kasisolusi, dilihat Jumat (4/8/2023).

BACA JUGA: Diresmikan BJ Habibie, Wiranto dan Mantan Kepala BIN Pernah ke Ponpes Al Zaytun

Bahkan yang mengherankan lagi perempuan tersebut datang ke pondok pesantren tanpa menutup bagian auratnya.

“Perempuan itu tanpa menutup aurat lagi, dibiarin seperti itu pakai kaos,” ungkapnya lagi.

Hingga kini Ponpes Al-Zaytun sangat menjadi perhatian, karena berbagai ritual keagamaan yang dianggap berbeda.

Panji Gumilang kini sudah ditetapkan menjadi tersangka dan sudah dilakukan penahanan.

Yudhika juga mengungkapkan kalau mulanya Ponpes tempatnya mengenyam Pendidikan sudah berbeda dari yang dulu pernah Ia lihat.

Pada awal tahun 2000-an, dia belum menemukan berbagai keanehan. Dari adzan sampai dengan sholat, masih sama dengan ajaran Islam pada umumnya.

BACA JUGA: Panji Gumilang Tersangka, PBNU: Ikuti saja Prosesnya dan Siap Tampung Santri Al-Zaytun

Terkait dengan ritual yang terjadi belakangan ini hingga menuai sorotan publik, Yudhika menduga kalau semua itu adanya pengaruh dari luar. Dia merasa ada transisi pemahaman dari Panji Gumilang.

“Sekarang kita balik ke salam. Coba cari satu orang gue tantang di range waktu gue sekolah 1999 sampai 2007. Dia nggak pernah nyebut salam assalamu’alaihi. Normal dulu.  Sekarang setelah salah kayak gitu, dia berubah pemahaman,” kata dia.

Yudhika menyebut kalau dulu emang sudah ada adzan yang dilakukan Al Zaytun sekarang.

“Kenapa gua juga bilang transisi, dari adzan memang dulu udah adzan seperti yang viral ini, tapi baru dilakuin diujung gua mau lulus, dan itu pun nggak langsung,” kata dia.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

Gairah Baru Yamaha Aerox 155, Aplikasi Warna yang Elegan

2

Dirut Sritex Iwan Lukminto Ditangkap di Solo

3

Cara Tepat Atasi Face ID di iPhone yang Tidak Berfungsi

4

Philips 9000 Series, Powerbank Canggih dengan Daya Monster

5

Fakta Menarik Film Joker: Folie à Deux, Cek Sebelum Nonton!
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg