BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Swiss Stage Round 3 M7 World Championship menghadirkan satu laga yang terasa seperti final kepagian. Selangor Red Giants (SRG) kembali dipertemukan dengan Team Liquid PH dalam duel penuh tensi tinggi, sebuah rematch Grand Finals MSC 2025 yang masih menyisakan luka dan dendam.
Pertandingan Best of 3 yang dijadwalkan berlangsung Selasa (14/1/2026) di XO Hall MPL Arena ini bukan sekadar perebutan kemenangan. Hasilnya akan menentukan siapa yang langsung melaju ke Knockout Stage dan siapa yang harus menempuh jalan lebih terjal di Round 4.
Kedua tim tiba di laga ini dengan catatan apik, rekor sempurna 2-0 di Swiss Stage. Namun, di balik statistik tersebut, tersimpan cerita besar yang membuat pertemuan ini jauh lebih personal, terutama bagi Selangor Red Giants.
Dendam MSC 2025 yang Masih Membara
Bagi SRG, Agustus 2025 adalah kenangan pahit. Di Grand Finals MSC 2025, mereka harus mengakui keunggulan Team Liquid PH dalam laga yang menentukan sejarah. Sanford tampil luar biasa dan dinobatkan sebagai Finals MVP, mengantar Team Liquid meraih gelar MSC pertama mereka dengan dominasi yang sulit dibantah.
Kekalahan itu menjadi pukulan mental bagi SRG, tim yang datang dengan ambisi besar dan ekspektasi tinggi. Lima bulan berselang, panggung M7 menjadi tempat pertemuan ulang. Bukan di final, melainkan di fase Swiss, tetapi taruhannya tetap besar: tiket langsung ke Knockout Stage.
SRG datang dengan persiapan yang lebih matang dan pemahaman mendalam tentang lawan yang menjungkalkan mereka di final MSC. Ini adalah momen pembuktian bahwa mereka telah belajar dari kekalahan tersebut.
Swiss Stage: Dominasi Dua Kekuatan Besar
Team Liquid PH melaju di Swiss Stage dengan cara yang nyaris sempurna. Pada Round 1, mereka menghancurkan Aurora Gaming PH hanya dalam 17 menit. Sanji tampil sebagai MVP dengan Luo Yi, menghadirkan ultimate presisi yang mematikan.
Dominasi berlanjut di Round 2 saat Team Falcons dipaksa menyerah dalam waktu 15 menit. Sanji kembali menjadi MVP, mempertegas perannya sebagai motor permainan Team Liquid. Statistik ini menegaskan satu hal: mereka bukan hanya juara MSC, melainkan salah satu kandidat terkuat juara M7.
Selangor Red Giants tak kalah meyakinkan. Di Round 1, mereka melumat CG Esports dalam waktu 15 menit dengan kontrol total. Kramm tampil dominan di exp lane dan menyabet gelar MVP. Round 2 pun dilewati dengan kemenangan solid atas Team Spirit berkat eksekusi rapi dan kontrol map superior.
SRG menunjukkan bahwa kehadiran mereka di M7 bukan sekadar pelengkap. Target mereka jelas: membawa pulang trofi M Series pertama.
Golden Road vs Redemption Arc
Team Liquid PH tengah memburu sejarah. Gelar MPL Philippines Season 15 dan 16 telah mereka kantongi, disusul MSC 2025. M7 menjadi potongan terakhir untuk menyempurnakan misi “Golden Road” meraih seluruh gelar domestik dan internasional dalam satu tahun.
KarlTzy, sang “The GOAT”, tampil dengan kepercayaan diri penuh. Duo Sanford–Sanji menunjukkan chemistry yang hampir tanpa celah. Oheb konsisten menjadi sumber damage, sementara Jaypee menghadirkan ketenangan sebagai roamer veteran. Di balik layar, Coach Arsy memastikan setiap draft dan strategi dieksekusi dengan presisi.
Di sisi lain, Selangor Red Giants berada dalam fase redemption yang sangat personal. Kekalahan di MSC 2025 menjadi bahan bakar semangat. Sekys, FMVP MPL Malaysia Season 16, tampil sebagai playmaker utama. Kramm dan Innocent membawa pengalaman internasional yang solid, sementara Yums memimpin tim dengan kepemimpinan yang telah mengantarkan SRG meraih empat gelar MPL Malaysia beruntun.
Keunggulan SRG terletak pada familiaritas. Mereka tahu betul bagaimana Team Liquid bermain—dan di mana celah kecil itu bisa dimanfaatkan.
Benturan Gaya: Struktur vs Disiplin
Team Liquid PH dikenal sebagai tim dengan sistem paling rapi. Mereka membangun keunggulan secara bertahap, minim kesalahan, dan hampir selalu unggul dalam eksekusi late game. Sanji memiliki game sense luar biasa, sementara hero pool luas KarlTzy memaksa lawan berpikir dua kali di fase draft.
SRG mengusung filosofi permainan disiplin dan efisien. Mereka mengandalkan kontrol map, pengambilan keputusan tenang, dan eksekusi presisi di momen krusial. Sekys kerap menjadi pemecah kebuntuan, Yums piawai membaca tempo, dan Kramm bermain agresif sejak early game tanpa rasa takut.
Dengan filosofi yang sama-sama terstruktur, pertandingan ini diprediksi berjalan ketat. Satu kesalahan kecil bisa berujung pada kekalahan fatal.
Faktor Penentu: Mental Juara vs Motivasi Dendam
Team Liquid PH memiliki keunggulan mental. Mereka pernah menaklukkan SRG di final besar dan tahu bagaimana mengelola tekanan di laga penting, terutama dalam format BO3.
“Saya rasa ini adalah bentuk pengorbanan. Kami mengorbankan waktu libur demi terus berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi M7,” ujar Oheb usai kemenangan atas Team Falcons, Senin (12/1/2026).
Namun SRG datang dengan motivasi yang tak kalah kuat. Mereka bermain tanpa beban sebagai underdog. Semua tekanan justru berada di pihak Team Liquid yang sedang mengejar Golden Road. Dalam BO3, SRG punya ruang untuk beradaptasi dan mengejutkan lawan.
Baca Juga:
Duel Pembuka Swiss Stage M7 World Championship MLBB : ONIC ID Siap Gilas Boostgate Esports?
Prediksi: Laga Ketat Tiga Game
Pertandingan ini layak disebut sebagai salah satu laga terbaik di Swiss Stage Round 3. Kualitas kedua tim sangat berimbang, dan sejarah pertemuan mereka menjanjikan duel sengit.
Team Liquid PH tetap diunggulkan tipis berkat pengalaman, kedalaman strategi, dan performa puncak para pemain intinya. Namun Selangor Red Giants diyakini mampu mencuri satu game lewat pendekatan taktis yang berbeda.
Prediksi skor akhir: Team Liquid PH 2-1 Selangor Red Giants.
SRG diprediksi memberi perlawanan sengit dan menunjukkan bahwa jarak mereka dengan juara MSC 2025 tidak sejauh yang dibayangkan. Sementara bagi Team Liquid, kemenangan akan menjadi langkah besar menuju Knockout Stage sekaligus mendekatkan mereka pada sejarah Golden Road.
Satu hal yang pasti, rematch Grand Finals MSC 2025 ini adalah laga M7 yang tak boleh dilewatkan.
(Magang UIN Bandung/Adit Ramadhan)











