Retret Kepala Daerah di IPDN, Banyak yang Telat Ikut Kegiatan Pagi

retret kepala daerah-1
(Depdagri)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menuturkan banyak peserta yang terlambat mengikuti kegiatan retret kepala daerah gelombang II di kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, pada Senin (23/6/2025) pagi.

Menurut Bima hal itu tak lepas karena padatnya rangkaian acara hingga Minggu (22/6/2025) malam kemarin.

“Ini hari yang agak berat untuk peserta, karena setelah mereka agak padat rangkaian tadi malam acara sampai malam perkenalan, diminta untuk berkumpul disini jam 5.30 jadi agak bergeser sedikit dari jadwal. Mungkin sekitar 10 menit keluar jadwal. Karena bisa memahami masih menyesuaikan terutama yang senior senior menunggu yang lain tapi secara keseluruhan mereka hadir disini semua terbiasa untuk disiplin untuk mengikuti praja,” kata Bima di kampus IPDN, Jatinangor.

Hari ini kegiatan retret akan dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan dilanjutkan dengan pematerian daei Gubernur Lemhanas.

“Kalo hari ini sesinya masih full jajaran Lemhanas tentang wawasan kebangsaan,” katanya.

Sampai saat ini ia belum mendapatkan keluhan serius, terutama terkait kesehatan, dari para peserta retret.

Baca Juga:

Retret Kepala Sekolah Rakyat Tahap 1 Resmi Tutup, Ini Materinya!

Siap-siap Macet, Ada Retreat Kepala Daerah Gelombang II di IPDN Hari Ini

“Belum ada, yang ada hanyalah keluhan yang memang sudah lama yang seperti ada cedera lutut sudah agak lama sehingga berjalannya agar perlu dibantu dibimbing dipapah, kemudian tensi-tensi agak naik kalo kecapekan tapi belum ada hal hal yang serius,” katanya.

Sementara itu, salah seorang peserta retret Gubernur Bali, Wayan Koster menuturkan pengalamannya ikuti kegiatan retret ini. Ia mengaku antusias mengikuti kegiatan ini.

Ia mengatakan, semalam tadi pukul 22.00 WIB seluruh peserta diwajibkan untuk istirahat. Terkait soal fasilitas dan konsumsi yang diberikan pun, ungkap dia, sudah cukup. Namun ada beberapa hal yang baru ia ketahui, yakni soal durasi waktu saat makan.

“Kaget waktu ketok pertama, rupanya itu tanda mulai makan. Udah itu ketok kedua, belum selesai makannya. Nah kali ini harus cepat. Harus kompak,” katanya.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
KDS Kebut Tangani Banjir Kabupaten Bandung, Normalisasi Sungai hingga Bangun Drainase Baru
KDS Kebut Tangani Banjir Kabupaten Bandung, Sungai Dikeruk hingga Bangun Drainase Baru
Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
favehotel Hyper Square Bandung Hadirkan Meeting Package Harga Terjangkau Untuk Kebutuhan Bisnis
favehotel Hyper Square Bandung Hadirkan Meeting Package Harga Terjangkau Untuk Kebutuhan Bisnis
OJK Jabar Dukung Penguatan Peran BPR dan BPRS bagi Ekonomi Rakyat
OJK Jabar Dukung Penguatan Peran BPR dan BPRS bagi Ekonomi Rakyat
Gus Muhaimin Kukuhkan KDS sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung
Gus Muhaimin Kukuhkan KDS sebagai Ketua PKB Kabupaten Bandung
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

Headline
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis
timnas-kanada-saatnya-les-rouges-buat-sejarah-di-800-2026-05-02-091044_0
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia-Herzegovina Piala Dunia 2026, Tuan Rumah Bidik Kemenangan Bersejarah di Laga Pembuka
Bandung Zoo
Ada Pengelola Baru, Pemkot Siapkan Tahapan Perizinan dan Transisi Operasional Bandung Zoo
Sumber: Ilustrasi AI
Pertamax Resmi Naik! Cek Rincian Harga Terbaru BBM Pertamina di Sini