BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto, menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menyesali keputusan mengambil cuti untuk mendampingi sang istri, Ribka Sugiarto, yang melahirkan. Momen berharga dalam hidupnya itu justru menjadi titik balik besar dalam kariernya di dunia bulu tangkis, termasuk berakhirnya kerja sama panjang dengan Fajar Alfian.
Duet Fajar/Rian, yang dikenal publik sebagai “FajRi”, sebelumnya menjadi salah satu ganda putra paling konsisten di dunia. Mereka pernah menduduki peringkat satu dunia, menjuarai berbagai turnamen bergengsi, dan menjadi andalan utama Indonesia di sektor ganda putra. Namun, semuanya berubah ketika Rian memutuskan mengambil cuti sementara waktu.
Karena absennya Rian, PBSI melakukan rotasi pasangan. Fajar kemudian dipasangkan dengan Muhammad Shohibul Fikri, sementara partner Fikri sebelumnya, Daniel Marthin, masih dalam masa pemulihan cedera. Siapa sangka, duet dadakan Fajar/Fikri justru langsung menemukan ritme permainan yang solid. Mereka tampil luar biasa dan sukses meraih gelar juara di China Open 2025, menandai babak baru dalam peta kekuatan ganda putra Indonesia.
Keberhasilan itu membuat pelatih memutuskan untuk mempertahankan pasangan baru tersebut, sementara Rian kini berduet dengan Yeremia Rambitan. Meski hasilnya belum secemerlang Fajar/Fikri, Rian menegaskan bahwa ia sama sekali tidak menyimpan penyesalan atas perubahan besar ini.
“Kalau saya pribadi ya memang sudah jalannya. Maksudnya bukan karena gara-gara saya cuti terus saya menyesal, terus mereka bisa pasangan dan hasilnya bagus. Saya melihatnya ya memang sudah jalannya mereka. Buat dicoba, dan hasilnya juga bagus, dari chemistry segala macam juga cocok,” ujar Rian melansir laman PBSI, Rabu (8/10/2025).
Baca Juga:
Chemistry Dadakan, Fajar/Fikri Tembus Final China Open 2025
Bagi Rian, pecah kongsi dengan Fajar bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari perjalanan karier yang harus dijalani seorang atlet profesional. Ia mengakui bahwa sebelum berpisah, performanya bersama Fajar memang belum maksimal dalam beberapa turnamen terakhir.
Karena itu, ia menilai keputusan pelatih untuk memisahkan mereka bisa menjadi kesempatan bagi masing-masing untuk menemukan kebugaran baru, baik secara mental maupun permainan.
“Ya enggak ada salahnya. Memang dari beberapa turnamen terakhir saya sama Fajar juga hasilnya belum maksimal. Jadi mungkin dari pisah partner ini bisa membawa angin segar,” pungkasnya.
Kini, Rian berusaha membangun kembali chemistry bersama Yeremia Rambitan, sementara Fajar dan Fikri melanjutkan tren positif mereka di berbagai turnamen internasional.
Bagi Rian, yang terpenting bukan lagi soal dengan siapa ia bermain, melainkan bagaimana ia tetap memberikan yang terbaik untuk Indonesia.
(Budis)











