BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor Bupati Serang, Banten, pada Jumat (24/10/2025) berujung ricuh. Demontrasi tersebut digelar sebagai protes atas lambannya Pemerintah Kabupaten Serang menangani masalah truk over dimension and over load (ODOL) yang dianggap merugikan masyarakat.
Ketegangan meningkat ketika mahasiswa berupaya memasuki area kantor bupati untuk menyampaikan aspirasi mereka. Polisi yang berjaga melakukan upaya penghalauan, sehingga terjadi dorong-mendorong antara aparat dan peserta aksi.
Situasi makin memanas saat mahasiswa membakar ban bekas di depan kantor bupati. Insiden ini menyebabkan satu peserta aksi mengalami luka dan segera dilarikan ke klinik terdekat untuk perawatan medis.
Mahasiswa menilai truk ODOL yang mengangkut material tambang dari wilayah Pulo Ampel dan Bojonegara menimbulkan dampak serius bagi warga setempat. Selain merusak jalan dan memicu kecelakaan, truk ini juga diduga menjadi penyebab meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat polusi debu.
“Persoalan truk odol memang menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan, tetapi ini juga tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Serang. Masyarakat dirugikan oleh pelanggaran lalu lintas, meningkatnya angka ISPA, hingga korban meninggal akibat kecelakaan karena jalan rusak,” kata koordinator aksi, Ian Kaisar Sinaga, mengutip Beritasatu, Jumat (24/10/2025).
Mahasiswa menuntut pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap truk ODOL dan menanggung pemulihan kerugian bagi warga yang terdampak.
“Kami mendesak pemerintah Kabupaten Serang bertindak cepat dan memberikan kompensasi kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan, penyakit ISPA, maupun kerusakan jalan,” tegas Ian.
Wilayah Pulo Ampel dan Bojonegara dikenal sebagai kawasan industri ekstraktif yang berfokus pada pertambangan sumber daya alam. Aktivitas truk pengangkut material tambang disebut-sebut menjadi penyebab utama kemacetan, polusi, dan risiko keselamatan bagi warga setempat.
Ihsan, seorang warga Bojonegara, mengungkapkan bahwa operasional truk kerap mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Baca Juga:
15 Ribu Kendaraan Mogok Nasional Ikut Aksi Demo Zero ODOL
Ratusan Sopir di Subang Gelas Aksi Demonstrasi: Aturan ODOL Dinilai Hambat Nafkah
“Pagi-pagi jalanan macet panjang karena truk. Warga yang hendak bekerja atau mengantar anak sekolah sering terlambat. Saat truk membawa batu kerikil, pengendara sering terkena percikan. Musim hujan kondisinya lebih parah,” kata Ihsan.
Hingga saat ini, warga dan mahasiswa menilai pemerintah Kabupaten Serang belum mengambil langkah tegas terhadap permasalahan truk ODOL yang berdampak langsung pada keselamatan dan kesehatan masyarakat.
(Vini Virdiyanti/Budis)











