Ridwan Kamil Wariskan Utang BPJS Kesehatan Rp 300 M, Pemprov Jabar Kelabakan

Cara Cepat Mengaktifkan BPJS PBI yang Nonaktif
(BPJS)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini tengah menyelidiki tunggakan BPJS Kesehatan senilai Rp300 miliar yang belum terselesaikan hingga pertengahan tahun 2025.

Besarnya nilai utang tersebut memunculkan perhatian publik, karena berpotensi memengaruhi akses layanan kesehatan di wilayah kabupaten/kota.

Tunggakan tersebut diketahui merupakan akumulasi dari kewajiban pembayaran iuran BPJS Kesehatan yang seharusnya dipenuhi oleh pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Namun sebagian besar tanggung jawabnya akhirnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

Informasi mengenai utang BPJS Kesehatan ini pertama kali diungkapkan secara terbuka oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat kunjungan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung beberapa waktu lalu.

Dedi menyebut bahwa pengabaian kewajiban ini terjadi pada periode pemerintahan sebelumnya.

Pemprov Jabar Telusuri Substansi

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengonfirmasi bahwa pemerintah provinsi tengah melakukan pendalaman menyeluruh terhadap tunggakan BPJS Kesehatan.

Penelusuran dilakukan baik terhadap asal usul utang, pembagian tanggung jawab antar-pemerintah daerah, hingga kemungkinan penggunaan dana dari APBD Jabar 2025 untuk menutup kewajiban tersebut.

“Jadi masih didalami juga, baik substansi persoalan maupun rencana solusinya. Ini harus cermat,” ujar Herman.

Herman juga menyatakan bahwa pengelolaan utang harus berbasis akuntabilitas dan kehati-hatian, terutama karena menyangkut hak masyarakat atas jaminan pelayanan kesehatan nasional.

Dampak Terhadap Pelayanan Kesehatan

Dalam pernyataannya di hadapan Menkes Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Dedi Mulyadi menyayangkan adanya prioritas anggaran yang tidak tepat pada periode sebelumnya.

Ia menyebut bahwa belanja hibah yang cukup besar telah mengabaikan kewajiban pokok pemerintah, termasuk urusan pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

Menurut Dedi, jika masalah ini tidak segera diselesaikan, maka akan berdampak langsung pada layanan kesehatan di rumah sakit dan klinik rujukan BPJS.

Terlebih, sejumlah pemerintah kabupaten/kota di Jabar juga mengalami kesulitan memenuhi kewajiban iuran kesehatan, yang semakin memperparah situasi.

APBD Jabar 2025 Berpotensi Bayar Tunggakan

Meski belum ada keputusan final, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka opsi untuk menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jabar 2025 guna membayar utang BPJS Kesehatan tersebut.

Opsi ini masih dikaji dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal dan kepentingan prioritas lainnya dalam rencana pembangunan daerah.

Kebijakan ini dinilai krusial karena menyangkut hak dasar masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis melalui BPJS.

Penanganan utang ini juga penting untuk menjaga kepercayaan lembaga nasional seperti BPJS Kesehatan terhadap pemerintah daerah sebagai mitra dalam program jaminan sosial.

Baca Juga:

Viral! Pemprov DKI Siapkan BPJS untuk Kucing dan Anjing, Netizen: Jangan Cing Ngurusnya Ribet

Gedung BPJS Kesehatan Cempaka Putih Jakarta Pusat Kebakaran, Kerugian Capai Rp 2,8 Miliar

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk menuntaskan tunggakan iuran BPJS Kesehatan Rp300 miliar tersebut.

Saat ini proses penelusuran dan perencanaan pembayaran sedang berlangsung, dengan menyesuaikan peraturan keuangan daerah dan komitmen terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

Langkah konkret dan penyelesaian administratif ditargetkan akan dirampungkan sebelum akhir tahun 2025, agar pelayanan publik tidak terganggu dan program BPJS Kesehatan tetap berjalan optimal di wilayah Jawa Barat.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Bangun Spiritualitas Warga, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
Bangun Spiritualitas Warga, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
Disdik Jabar Pastikan Data PCMB Aman, Siapkan Solusi bagi Calon Murid yang Belum Tertampung di Sekolah Negeri
Disdik Jabar Pastikan Data PCMB Aman, Siapkan Solusi bagi Calon Murid yang Belum Tertampung di Sekolah Negeri
bank bjb Perkuat Inklusi Keuangan Penyandang Disabilitas melalui Program DIA KITA
bank bjb Perkuat Inklusi Keuangan Penyandang Disabilitas melalui Program DIA KITA
Pesan Cinta KDM di Upacara Waisak, Ajak Warga Bijak Manfaatkan Hasil Bumi
Pesan Cinta KDM di Upacara Waisak, Ajak Warga Bijak Manfaatkan Hasil Bumi
saibari
Tottenham Terancam Gagal Dapatkan Ismael Saibari, Bayern Munich Jadi Tujuan Utama
Berita Lainnya

1

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

2

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
WIITEX 2026 Catat Transaksi Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao
WIITEX 2026 Catat Transaksi Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao
Pemkot Bandung Hadirkan 2
Pemkot Bandung Hadirkan 2.361 Lowongan Kerja di Job Fair Future Connect 2026
Harga Kedelai Melonjak, Farhan Minta Perajin Tahu Tempe Tetap Produksi
Harga Kedelai Melonjak, Farhan Minta Perajin Tahu Tempe Tetap Produksi
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis