BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — ASUS kembali memainkan dua kartu sekaligus: desain kolaboratif yang agresif dan inovasi form factor yang tidak konvensional. Lewat ROG Flow Z13 edisi kolaborasi Kojima Productions dan pembaruan ZenBook Duo, di balik kemasan artistik dan jargon performa, pasar tetap akan menguji satu hal: relevansi.
ROG Flow Z13 x Kojima Productions: Kolektor Item dengan Identitas Kuat
Kolaborasi ASUS ROG dengan Kojima Productions hadir bukan sekadar tempelan logo. Identitas visual Hideo Kojima terasa dominan, dari aksen grafis, detail tulisan, hingga penamaan elemen desain. DKID Media menyebut kolaborasi ini sebagai yang paling “niat” secara visual.
“Menurut gua, ini kolaborasi desain paling cakep dari ASUS ROG sejauh ini,” ujar DKID Media dalam videonya.
Unit yang diperlihatkan menampilkan bodi aluminium dengan aksen serat karbon asli pada bagian belakang. Logo Kojima Productions dan ROG diposisikan sebagai elemen utama, bukan sekadar ornamen. Detail internal juga ditandai secara visual, termasuk penempatan speaker, baterai, slot SSD, dan port.
Aksesori yang menyertai edisi ini mouse, mousepad, headset, dan hard case didesain mengikuti bahasa visual Kojima. DKID Media menyoroti detail pada headset yang mengganti penanda L/R menjadi “Ludens” dan “ROG”, serta holder headset berbahan logam.
“Detailnya sampai ke hal kecil diperhatiin. Ini jelas bukan desain asal tempel,” kata DKID Media.
Baca Juga:
Lenovo Pamer Legion Pro Rollable di CES 2026: Laptop Gaming Layar 24 Inci yang Bisa Memanjang
Persaingan Laptop Rp6 Jutaan Makin Ketat, Merek Lokal dan Global Adu Spesifikasi
Spesifikasi: Tinggi di Atas Kertas, Tetap Perlu Uji Nyata
ROG Flow Z13 edisi ini disebut menggunakan prosesor AMD Ryzen seri AI generasi terbaru dengan iGPU Radeon generasi baru. DKID Media menyebut konfigurasi memori hingga 128 GB, dengan alokasi dinamis ke GPU.
“Memorinya bisa di-share, jadi untuk workload AI ini ideal,” ujar DKID Media.
Namun, perlu ditegaskan: penamaan prosesor, konfigurasi final, serta performa aktual masih menunggu spesifikasi resmi dari ASUS. Estimasi performa yang disampaikan dalam video merupakan opini narasumber dan belum diverifikasi lewat pengujian independen.
Potensi performa grafis mendekati GPU kelas menengah. Pernyataan ini merupakan asumsi pribadi narasumber dan bukan klaim resmi pabrikan. performa GPU terintegrasi tetap memiliki batas fisik, terlepas dari besarnya alokasi memori.
Kolektor Item, Bukan Laptop Mainstream
ROG Flow Z13 x Kojima Productions jelas tidak menyasar pengguna umum. Ini adalah produk dengan identitas niche: penggemar Kojima, kolektor, dan pengguna yang menghargai desain tematik.
“Ini bukan laptop biasa, ini collector item,” kata DKID Media.
Di titik ini, pertanyaan bukan lagi soal seberapa kencang, melainkan seberapa relevan. Desain ikonik tidak selalu sejalan dengan kebutuhan kerja harian. Pasar akan menentukan apakah edisi ini berakhir sebagai etalase atau benar-benar dipakai.
ZenBook Duo Terbaru: Produktivitas Dua Layar, Bukan Gimmick
Berbeda pendekatan, ZenBook Duo terbaru bermain di wilayah produktivitas. Dua layar OLED 14 inci resolusi 3K dengan refresh rate 144 Hz menjadi nilai jual utama. DKID Media menyebut kecerahan hingga 1000 nits.
“Kalau buat kerja outdoor, ini masih kelihatan,” ujar DKID Media.
Prosesor Intel generasi terbaru berbasis arsitektur Panther Lake disebut menjadi otak perangkat ini, dengan fokus efisiensi dan NPU untuk beban kerja AI. DKID Media menyoroti pendinginan dengan bilah kipas berjumlah besar serta TDP yang relatif tinggi untuk kelas tipis.
“Ini tipis, tapi cooling-nya serius,” kata DKID Media.
Memori 32 GB dan penyimpanan hingga 2 TB disebut sebagai standar. spesifikasi final dan ketersediaan konfigurasi bergantung pada kebijakan ASUS di tiap pasar.
Fleksibilitas & Ergonomi
ZenBook Duo menawarkan berbagai mode penggunaan: laptop konvensional, mode buku, tablet, hingga presentasi. Keyboard Bluetooth yang dapat dilepas dan stand terintegrasi memperluas skenario kerja.
Fitur Windows Flick untuk memindahkan jendela antar layar diperagakan dalam video.
“Tinggal flick, pindah layar,” ujar DKID Media.
Masuk Indonesia: Masih di Wilayah Informasi, Bukan Pengumuman Resmi
DKID Media menyebut kedua produk ini akan masuk ke Indonesia. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada pengumuman resmi dari ASUS Indonesia terkait tanggal rilis dan harga.
“Harusnya masuk ke Indonesia,” kata DKID Media.
ROG Flow Z13 x Kojima Productions kuat di identitas visual, tetapi akan diuji di relevansi penggunaan. ZenBook Duo menjanjikan produktivitas tinggi, namun dua layar juga berarti kompleksitas lebih.
Desain ikonik dan inovasi form factor tidak otomatis menjawab kebutuhan semua pengguna. Harga, ketersediaan, akan menjadi faktor penentu, bukan sekadar estetika atau jargon AI.
ASUS menunjukkan dua wajah: satu agresif di kolaborasi artistik, satu fokus pada produktivitas masa depan. ROG Flow Z13 x Kojima Productions adalah pernyataan gaya. ZenBook Duo adalah pernyataan fungsi.
Apakah keduanya akan menjadi kebutuhan, atau sekadar keinginan, sepenuhnya akan ditentukan oleh pasar. di era visual dan AI, desain bisa menarik perhatian, tetapi relevansi tetap harus dibuktikan.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Fathir Fahrezi Fardiansyah)











