BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menggenjot program Kawasan Bebas Sampah (KBS) sebagai langkah nyata mengatasi persoalan sampah di tingkat lingkungan. Setiap Rukun Warga (RW) didorong berinovasi agar bisa ditetapkan sebagai KBS.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Bandung menyiapkan bantuan Rp 200 juta untuk RW yang berhasil mencapai predikat KBS pada 2026, sementara RW yang belum KBS akan mendapat Rp 100 juta.
Ketua Umum Forum RW Kota Bandung, Lily Maulana, menegaskan semangat RW dalam mewujudkan KBS tidak bergantung pada insentif dana semata.
“Dengan atau tanpa bantuan, RW tetap bertanggung jawab menyelesaikan masalah sampah. Warga dan pengurus RW terus berinovasi agar lingkungannya lebih bersih,” kata Lily, Jumat (3/10/2025).
Dari total 1.596 RW di Kota Bandung, saat ini baru 470 RW yang dinyatakan KBS. Sisanya, kata Lily, masih berproses dengan berbagai terobosan, mulai dari pemilahan sampah organik untuk pakan maggot, pengelolaan anorganik melalui bank sampah, hingga meminimalisir residu yang dikirim ke TPS.
Baca Juga:
Bandung Pasang Insinerator di Gedebage, Targetkan Olah 300 Ton Sampah per Hari
Tungku Bakar Sampah Dilarang KLH, Jangan Disamakan dengan PLTSa
“Inovasinya banyak, rata-rata mandiri. Warga bergerak untuk memilah, ada yang buat rumah maggot, ada yang aktif di bank sampah. Hanya 20–25 persen sampah residu yang akhirnya masuk TPS,” ucapnya.
Lily pun menambahkan, jika bantuan cair, penggunaannya sudah diatur dan tidak boleh sembarangan. Ada enam prioritas, yaitu penanganan sampah, ketahanan pangan lewat program Buruan SAE, penanganan kemiskinan, stunting, hingga infrastruktur dasar.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyebut program prakarsa ini diharapkan bisa mempercepat lahirnya lebih banyak KBS.
“Kita targetkan hingga akhir 2025 bisa terbentuk 700 KBS. Sekarang sudah ada sekitar 400–500 RW yang bergerak menuju KBS,” ungkap Erwin.
Erwin mengatakan, program ini hanya akan berhasil jika ada kolaborasi erat antara warga dan pengurus RW.
“RW harus jadi motor, warga jadi penggerak. Dengan sinergi, target Bandung bebas sampah bisa tercapai,” pungkasnya.
(Kyy/_Usk)











