BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Makanan dengan label bebas gluten semakin banyak ditawarkan oleh pengusaha kuliner. Para konsumen kuliner berani merogoh kantong lebih dalam demi mengkonsumsi makanan berlabel tersebut.
Berbagai klaim kesehatan pun menyertai makanan berlabel bebas gluten tersebut. Lalu apa itu gluten?
Dokter Spesialis Gizi Raissa E. Djuanda menjelaskan apa itu gluten. Menurutnya, gluten adalah senyawa protein alami yang ditemukan pada biji-bijian tertentu, khususnya gandum, barley (jelai), dan rye (gandum hitam).
“Gluten merupakan protein alami yang terdapat pada gandum, barley dan rye (gandum hitam),” kata Raissa E. Djuanda dalam keterangannya pada (13/10/2025).
Selain itu, gluten ini ada pada roti, pasta dan aneka jenis kue seperti cookies dan pastry.
Kronologi
Isu soal gluten itu merebak setelah kasus penipuan makanan roti berlabel ‘Bebas Gluten’ yang dilakukan sebuah perusahaan makanan.
Salah seorang pengguna media sosial menceritakan pengalamannya membeli produk bakery dari toko yang mengklaim menjual produk mereka gluten free, dairy free, dan vegan.
Makanan tersebut diberikan kepada anaknya yang berusia 17 bulan itu yang memang harus mengikuti diet tersebut atas anjuran dokter.
Belakangan terungkap, produk yang dijual di toko ‘Bebas Gluten’ tersebut merupakan produk toko kue lain yang produknya menggunakan tidak menggunakan klaim itu.
Kue-kue yang masih menggunakan gluten itu dikemas ulang dan dijual dengan harga tinggi.
Kecurigaan penipuan ini muncul setelah pengguna media sosial tersebut menyadari saat sang anak mengalami ruam, bengkak parah pada tubuh akibat alergi.
Raissa E. Djuanda mengatakan sebenarnya gluten berfungsi untuk membuat adonan roti menjadi elastis dan kenyal.
“Jadi gluten bukan bahan tambahan, tapi bagian alami dari biji-bijian tertentu,” kata Raissa.
Gluten berperan penting dalam memberikan tekstur elastis, kenyal, dan membantu adonan mengembang pada produk makanan berbasis gandum. Sebenarnya, untuk kebanyakan masyarakat gluten tidak menimbulkan masalah kesehatan.
“Protein alami ini menjadi bagian dari asupan makanan sehari-hari tanpa menimbulkan dampak negatif pada individu tanpa sensitivitas,” katanya.
Risiko Gluten
Walau begitu, gluten dapat menjadi masalah bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu.
“Untuk kebanyakan orang sehat, gluten tidak berbahaya. Gluten hanya menjadi masalah pada individu dengan kondisi tertentu, seperti misalnya yang gluten intoleran,” kata Raissa E. Djuanda.
Raissa menambahkan kelompok yang sebaiknya menghindari konsumsi gluten adalah orang-orang dengan intoleransi gluten, penyakit autoimun tertentu, dan alergi gandum serta penyakit celiac.
Penyakit celiac adalah gangguan autoimun kronis yang memicu sistem kekebalan tubuh menyerang usus halus saat penderita mengonsumsi gluten.
Konsumsi gluten pada individu yang sensitif dapat memicu berbagai gejala, seperti diare, nyeri perut, kembung, mual, lemas, hingga peradangan usus yang berulang.
Baca Juga:
Sudahkah Siapkah Menghadapi Musim Hujan? Simak Beberapa Tips Agar Kesehatanmu Tetap Terjaga
Sementara itu, jika reaksinya berupa alergi gandum, gejalanya bisa lebih cepat dan berat, meliputi gatal, bengkak, ruam, dan sesak napas.
Penyakit celiac dapat didiagnosis melalui serangkaian tes seperti tes darah, tes endoskopi dengan biopsi, tes genetik, atau tes alergi gluten.
Masyarakat yang memilih untuk menjalani diet bebas gluten, perlu diperhatikan adanya risiko kekurangan nutrisi penting. Hal itu bisa terjadi bila diet tersebut tidak direncanakan dengan baik.
(Anisa Kholifatul Jannah)











