BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Samsung bersiap mengguncang dunia teknologi dengan terobosan terbesarnya: ponsel lipat tiga pertama di dunia, yang kabarnya akan diperkenalkan pada 31 Oktober 2025, bertepatan dengan KTT APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan.
Namun di balik gegap gempita peluncuran tersebut, muncul keputusan berani yang mengejutkan banyak pihak. Menurut laporan The Korea Herald dan pembocor teknologi kenamaan Evan Blass, Samsung memilih tidak merilis Galaxy Z TriFold di pasar Barat pada tahap awal.
Sebaliknya, raksasa asal Korea Selatan itu justru akan memfokuskan penjualan perdana di Asia dan Timur Tengah, wilayah yang selama ini menjadi basis penggemar paling loyal produk-produk lipat Samsung.
“Hanya Korea Selatan, China Raya (termasuk Singapura dan Taiwan), serta kemungkinan Uni Emirat Arab,” tulis Evan Blass melalui akun X (Twitter)-nya.
“Itu saja. Saya berharap ini salah, tapi tampaknya informasi ini akurat,” tulisnya lagi.
Langkah ini disebut sebagai strategi uji pasar yang penuh perhitungan. Asia memang menjadi kawasan paling progresif dalam adopsi perangkat lipat, dengan konsumen di Korea, China, dan Singapura yang cenderung terbuka terhadap teknologi eksperimental.
Sementara itu, pasar Amerika dan Eropa dikenal lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang untuk produk berharga tinggi, apalagi dengan desain lipat tiga yang masih dianggap “eksperimen masa depan”.
Beberapa analis menilai Samsung sedang menghindari risiko citra jika produksi awalnya terbatas dan belum sepenuhnya stabil. Dengan menjual di Asia lebih dulu, perusahaan bisa mengukur respon pengguna nyata sebelum ekspansi global.
Menurut bocoran dari SamMobile dan Android Authority, Galaxy Z TriFold akan menjadi ponsel paling mahal dalam sejarah Samsung. Perangkat ini kabarnya dibanderol sekitar 2.800 dolar AS (Rp45 juta), lebih dari 1.000 dolar AS di atas harga Galaxy Z Fold 7.
Baca Juga:
iPhone dan Samsung Mendominasi Ponsel Terlaris di Dunia?
Berikut spesifikasi awal yang beredar:
Layar depan: 6,5 inci
Layar utama: 10 inci saat terbuka penuh
Mode tengah: 8 inci
Chipset: Snapdragon 8 Elite
RAM: 16 GB
Penyimpanan internal: hingga 1 TB
Kamera utama: 200 MP dengan sensor ultrawide dan periskop telefoto
Produksi awal dilaporkan hanya 50.000–200.000 unit di seluruh dunia, menjadikannya barang langka dan eksklusif untuk kolektor serta pengguna premium.
Galaxy Z TriFold digadang sebagai era baru smartphone lipat, dengan layar tiga panel yang bisa berubah dari ponsel, tablet 8 inci, hingga tampilan penuh 10 inci hanya dengan satu lipatan tambahan.
Namun, di balik ambisi besar itu, banyak pertanyaan muncul:
Seberapa kuat engsel lipat tiga tersebut?
Bagaimana daya tahan layar fleksibelnya?
Dan yang paling penting, berapa biaya perbaikannya?
Bagi generasi muda seperti Milenial dan Gen Z, faktor harga dan durabilitas bisa menjadi batu sandungan utama, meski desainnya revolusioner.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari Samsung, semua bocoran ini menandakan satu hal: raksasa Korea itu siap memasuki babak baru industri ponsel lipat, dengan keberanian menguji masa depan teknologi dari tanah kelahirannya sendiri.
(Budis)











