JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi merilis generasi terbaru dari model underbone legendaris mereka, Satria F150, di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (8/11/2025). Bahkan, Indonesia menjadi saksi negara pertama dunia dalam peluncuran motor tersebut.
Presiden Direktur Suzuki Indomobil Motor, Minoru Amano menjelaskan, historis panjang Satria F150 berakar dari model A100 yang mulai dirakit di Indonesia pada era 1970-an. Motor tersebut dikenal tangguh dan populer karena digunakan sebagai kendaraan operasional Kantor Pos pada masa itu.
Satria F150 Sang Suksesor Para Legendaris
“A100 ini terkenal karena bisa diandalkan sebagai motor Kantor Pos pada saat itu,” kata Amano.
Dalam dekade 1980-an, Suzuki menghadirkan RC 100 sebagai model andalan yang diproduksi di pabrik Suzuki Bekasi. Sementara itu, pada era 1990-an, Suzuki memperkenalkan Shogun, motor underbone 4-tak pertama yang dirakit di dalam negeri dan menjadi tonggak penting bagi perkembangan lini motor bebek Suzuki.
Kemudian, pada tahun 1997, Suzuki memperkenalkan Satria FU 120 sebagai penerus generasi Shogun, sebelum akhirnya meluncurkan Satria FU 150 pada tahun 2004, yang dikenal dengan julukan “hyper underbone” berkat performanya yang tinggi di kelasnya.
“Bahkan model ini bisa membuat kalimat fenomenal di kalangan anak muda yang sangat terkenal sampai sekarang, yaitu ‘gak FU, gak love you’,” ujar Amano saat peluncuran, disambut antusias para penggemar setia Satria.
BACA JUGA:
Hasil Uji Tabrak Suzuki Fronx ASEAN NCAP, Janjikan Keamanan Maksimal untuk Pemilik?
Incar Suzuki Access 125 dengan Kredit? Ini Pilihan Besaran Tenor Pendek dan Panjang
Tampilan Generasi Terbaru
Dari model teranyar ini, Satria FU 150 tidak mengalami perubahan signifikan di sektor mesin. Motor ini tetap mempertahankan mesin 147 cc, 1 silinder, 4-tak DOHC 4 katup, dengan pendingin cairan.
Mesin legendaris itu, dapat memuntahkan tenaga puncak 13,5 kW atau setara 18,1 Hp pada 10.000 rpm, serta torsi maksimum 13,8 Nm pada 8.500 rpm, menjadikannya tetap kompetitif di segmen underbone performa tinggi.
Dari sisi dimensi, motor yang dikenal sebagai jenis ayam jago itu, memiliki panjang 1,95 meter, lebar 0,675 meter, dan tinggi 0,98 meter, dengan wheelbase 1,28 meter. Tinggi joknya 0,765 meter, sementara ground clearance mencapai 0,15 meter, menjaga kenyamanan berkendara di berbagai kondisi jalan.
Sama seperti generasi sebelumnya, profil ban Satria FU 150 tetap ramping dengan ukuran 70/90 di depan dan 80/90 di belakang, dibalut dengan pelek 17 inci yang menjadi ciri khas motor sport underbone Suzuki.
Suzuki menghadirkan dua varian untuk pasar Indonesia, yakni Satria FU 150 versi standar dan Satria FU 150 Pro. Perbedaan utama terletak pada bobot dan fitur.
Varian standar memiliki berat kosong 112 kg, sementara Pro sedikit lebih berat, yakni 115 kg. Kelebihan utama versi Pro adalah sudah dibekali sistem Antilock Braking System (ABS) untuk peningkatan keselamatan berkendara.
Dari sisi tampilan, desain lampu utama kedua varian ini juga berbeda, memberikan identitas visual yang lebih modern dan sporty.
Khusus untuk Satria FU 150 Pro, Suzuki menambahkan fitur Suzuki Ride Connect, yang memungkinkan pengendara menghubungkan motor dengan aplikasi di ponsel pintar. Panel instrumen digital pada varian ini mampu menampilkan berbagai informasi penting, seperti navigasi, notifikasi panggilan telepon, pesan SMS, dan WhatsApp.
Selain itu, pengguna juga dapat melihat lokasi parkir terakhir, riwayat perjalanan, serta peringatan jadwal servis melalui sistem terintegrasi tersebut.
Sebagai pelengkap, Satria FU 150 Pro turut dilengkapi dengan fitur keyless system, yang dapat aktif otomatis dalam radius 1 meter dari motor, meningkatkan kenyamanan sekaligus keamanan bagi penggunanya.
(Saepul)











