BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa sejumlah ruas jalan strategis di Aceh mulai kembali fungsional setelah sebelumnya terputus akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pembukaan kembali jalur transportasi menjadi prioritas utama sebelum pemerintah berbicara lebih jauh mengenai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/11/2025)
Berdasarkan laporan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh di bawah Ditjen Bina Marga, sejumlah ruas strategis yang sebelumnya lumpuh kini sudah kembali dapat dilalui per 3 Desember 2025. Pemulihan dilakukan melalui pembersihan material banjir, pengangkatan longsoran, serta pengerahan alat berat di berbagai titik kritis.
Beberapa ruas jalan nasional yang telah pulih antara lain:
- Ruas Banda Aceh – Meureudu kembali terhubung setelah pembersihan sedimen secara intensif.
- Ruas Batas Kota Lhokseumawe – Kota Langsa sudah dapat dilalui dengan proses pembersihan yang masih berlangsung.
- Ruas Kota Langsa – Kota Kuala Simpang telah berhasil ditangani dari endapan material banjir.
- Ruas Kota Kuala Simpang – Batas Sumatera Utara kini terbuka bagi semua jenis kendaraan.
- Ruas Kota Kutacane – Batas Sumatera Utara juga telah kembali fungsional.
- Ruas Genting Gerbang – Celala – Batas Aceh Tengah/Nagan Raya dapat dilalui kendaraan roda dua.
- Ruas Simpang Uning – Uwaq – Blangkejeren sudah terbuka untuk roda dua dan terus disiapkan agar bisa dilintasi roda empat.
Baca Juga:
Sebanyak 20.797 Warga Aceh Mengungsi Akibat Banjir
Upaya serupa juga dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I di Kabupaten Aceh Tamiang, yang sebelumnya menjadi salah satu wilayah paling terdampak. Akses kini kembali terbuka sehingga distribusi bantuan logistik dan mobilitas warga menuju pusat pelayanan dasar dapat kembali berjalan lancar.
BWS Sumatera I mengerahkan dua unit alat berat untuk membersihkan lumpur, sampah, serta sedimen di badan jalan dan saluran drainase. Selain pekerjaan teknis, balai juga menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat terdampak sebagai bentuk dukungan sosial.
Dody menegaskan bahwa pemulihan akses merupakan langkah paling krusial dalam penanganan bencana. Dengan jalur transportasi kembali terbuka, pemerintah dapat mempercepat distribusi bantuan, mendukung aktivitas ekonomi lokal, serta memperlancar tahap rehabilitasi yang akan dimulai dalam waktu dekat.
“Kami memastikan seluruh jajaran Kementerian PU bekerja maksimal mengembalikan konektivitas wilayah terdampak,” kata Dody.
(Budis)











