BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Jepang kembali menarik perhatian dunia dengan terobosan teknologi yang berpadu dengan nilai kemanusiaan. Melalui proyek Masjid Berjalan atau Mobile Mosque, Negeri Sakura ini menunjukkan bahwa inovasi modern dapat berjalan selaras dengan semangat toleransi, perdamaian, dan inklusivitas antar umat beragama.
Bukan sekadar tempat ibadah, Masjid Berjalan dirancang sebagai simbol rasa hormat terhadap keberagaman. Struktur unik ini memadukan fungsi spiritual dengan kecanggihan teknologi tinggi yang menjadi ciri khas Jepang.
Baca Juga:
Teknologi PetraScan, Solusi Anak Bangsa Atasi Penyakit Mastitis pada Sapi Perah
Viral! Korban Pondok Pesantren Al Khonziny Sholat Diunggah Cak Imin, Disemprot Netizen
Inovasi Teknologi untuk Ibadah
Masjid Berjalan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern seperti ruang wudhu, sistem pendingin udara, hingga mekanisme otomatis yang memungkinkan masjid siap digunakan hanya dalam lima menit.
Dengan kapasitas hingga 50 orang, masjid ini menawarkan kenyamanan bagi umat Muslim untuk beribadah di mana pun berada bahkan di tengah acara internasional berskala besar.
Sejak pertama kali diperkenalkan, Masjid Berjalan telah hadir di sejumlah ajang penting dunia, seperti Rugby World Cup 2019, Olimpiade Tokyo 2020, dan acara publik di Tokyo Tower pada 2025.
Kehadiran masjid ini menjadi wujud nyata nilai “omotenashi”, atau keramahan khas Jepang yang terkenal di seluruh dunia.
Menariknya, proyek ini tidak hanya berhenti di Jepang. Dalam waktu dekat, Masjid Berjalan versi Indonesia juga akan dikembangkan dengan kapasitas 25 orang dan desain yang lebih ramping agar sesuai dengan kebutuhan di berbagai daerah Tanah Air.
Dengan biaya sekitar Rp13 miliar per unit, inovasi ini diharapkan menjadi solusi praktis bagi umat Muslim di lokasi-lokasi yang belum memiliki fasilitas ibadah memadai. Sekaligus memperkuat semangat kerukunan antarbangsa dan keberagaman budaya.
(Hafidah Rismayanti/Budis)










