BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Seorang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) meninggal dunia dalam kebakaran hebat di Komplek Militer Angkub Bengrad, di Jalan Turangga, Kota Bandung pada Minggu (23/11/2025).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandung, Soni Bakhtiyar, membenarkan informasi tersebut. Ia menyebut korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih setelah berhasil dievakuasi.
“Anak dalam kondisi berkebutuhan khusus dengan usia 23 tahun meninggal dunia dan sudah dilarikan ke Rumah Sakit Sartika Asih,” kata Doni, melansir Antara Senin (24/11/2025).
Soni mengatakan, pihaknya menerima laporan pada pukul 10.52 WIB dan Hanya lima menit setelah laporan, armada dan petugas sudah berada di titik kejadian.
“Kami tiba di lokasi sekitar lima menit setelah laporan masuk, dengan objek yang terbakar kurang lebih enam petak rumah dengan luas area sekitar 144 meter persegi,” kata dia.
Respons Damkarmat, 10 Mobil Dikerahkan
Pihaknya mengerahkan sebanyak 10 mobil pemadam guna memadamkan kebakaran yang melanda enam petak rumah di lokasi tersebut.
Soni menjelaskan bahwa laporan pertama masuk pada pukul 10.52 WIB. Tidak butuh waktu lama bagi tim Damkarmat untuk bergerak ke lokasi. Hanya lima menit setelah laporan, armada dan petugas sudah berada di titik kejadian.
“Kami tiba di lokasi sekitar lima menit setelah laporan masuk, dengan objek yang terbakar kurang lebih enam petak rumah dengan luas area sekitar 144 meter persegi,” jelasnya.
Guna mengendalikan kobaran api yang bergerak cepat di kawasan permukiman padat, Damkarmat mengerahkan 10 unit mobil pemadam. Petugas melakukan penyekatan dari berbagai arah untuk mencegah perambatan api ke rumah-rumah di sekitar.
“Petugas langsung melakukan penyekatan dari arah depan, belakang untuk membatasi perambatan,” kata Soni.
Upaya pemadaman berlangsung intensif. Kondisi rumah-rumah yang saling berdekatan membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan strategi penuh kehati-hatian. Api akhirnya dapat dikendalikan setelah 1 jam 21 menit proses penanganan.
Baca Juga:
Kebakaran Hebat di Asrama Ton Angkub Pusdik Bekang Bandung Tewaskan Satu Warga
Penampakan Gerbang Gedung Sate Bergaya Candi, Habiskan Anggaran Rp 3,9 Miliar!
Api Diduga Berawal dari Anak yang Bermain Api
Dari penelusuran awal Damkarmat, kebakaran ini dipicu oleh aktivitas anak dari salah satu pemilik rumah yang diduga bermain api di area dekat kompor. Percikan api kemudian menyambar material di sekitarnya dan cepat membesar.
“Api berawal dari anak salah satu pemilik rumah yang bermain api di dekat kompor. Api kemudian merembet dengan cepat ke rumah lainnya,” ungkap Soni.
Kondisi rumah-rumah yang berada dalam jarak berdekatan membuat kobaran api sulit dikendalikan pada menit-menit awal. Selain itu, struktur bangunan berupa material mudah terbakar membuat penyebaran api semakin cepat.
Korban ABK Gagal Menyelamatkan Diri
Korban yang berinisial ZEC diketahui masih berada di dalam rumah saat api mulai membesar. Kondisi sebagai Anak Berkebutuhan Khusus membuat proses evakuasi lebih sulit dan tidak sempat dilakukan sebelum api melalap bangunan.
Petugas menemukan korban setelah sebagian titik api padam dan akses masuk bisa dibuka. Kemudian, Korban segera dievakuasi dan dibawa ke RS Sartika Asih, namun nahas nyawanya tidak tertolong.
(Dist)











