BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Memilih kaus kaki yang digunakan sehari-hari mungkin merupakan hal sepele, tetapi ternyata bisa mempengaruhi kesehatan kaki. Terutama terkait warna kaus kaki yang digunakan.
Banyak orang yang memilih kaus kaki berwarna gelap, terutama hitam agar sering digunakan karena simple dan netral. Namun, pemakaian kaus kaki hitam yang terlalu sering dapat memicu masalah pada kulit dan kuku.
Melansir Huffington Post, warna kaus kaki gelap terutama hitam dapat membuat iritasi kulit hingga dermatitis kontak. Hal tersebut bisa terjadi karena pewarna pada kain gelap biasanya lebih intens dan mudah luntur, terutama saat bersentuhan langsung dengan kulit kaki.
Zat pewarna tersebut dapat menempel pada kuku, menyebabkan noda kehitaman serta penyebab kaki gatal. Tak hanya itu, pemilik kulit sensitif juga bisa mengalami alergi ringan hingga peradangan jika terpapar bahan pewarna tersebut terus-menerus.
Dokter spesialis podiatri, Dr. Ebonie Vincent-Sleet, mengatakan kaus kaki hitam juga kurang memberikan sirkulasi udara yang cukup untuk kulit bisa bernapas dengan baik.
Ini mengakibatkan keringat terjebak di dalam dan menciptakan kondisi lembap yang ideal untuk jamur bertumbuh.
Baca Juga:
“Material pewarna hitam bisa menempel di kuku dan memicu pertumbuhan jamur. Terutama jika Anda sering memakai sepatu tertutup,” kata Ebonie.
Meski demikian, bukan berarti tidak boleh menggunakan kaus kaki hitam. Kamu tetap dapat menggunakannya dengan beberapa tips berikut ini.
- Cuci kaus kaki hitam sebelum menggunakannya. Ini membantu mengurangi residu pewarna yang bisa luntur ke kulit.
- Pilih kaus kaki yang berbahan breathable, seperti katun dan serat bambu agar kulit tetap bisa bernapas.
- Hindari bahan kaus kaki yang terlalu tebal, terutama bagi yang mudah berkeringat.
- Ganti kaus kaki setiap hari dan pastikan kaki kering sebelum menggunakannya.
“Pastikan bahannya memberi sirkulasi udara yang cukup dan nyaman di kulit,” tambah Dr. Chandler Hubbard.
(Anisa Kholifatul Jannah)











