Singgung Kultur Sepak Bola, VPC Tak Sepakat Dengan Pendekatan Pidana Kepada Pelaku Pengambilan Rumput GBLA

Total Denda Persib di Musim Ini Mencapai Lebih Dari 1 Miliyar, Persib Minta Bantuan Bobotoh
Ribuan Bobotoh tumpah ruah ke Jalan di Kota Bandung Rayakan Pawai Kemenangan Persib Bandung (Kyy/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar tak setuju dengan adanya pendekatan pidana terhadap pelaku perusakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung. Tobias Ginanjar menilai seharusnya ada pendekatan lain agar pelaku mendapat efek jera.

Peristiwa ini terjadi selepas Persib merayakan gelar juara. Bobotoh mulai berhamburan masuk ke lapangan setelah peluit panjang dibunyikan dan merayakan gelar tersebut. Namun ada beberapa dari mereka yang mengambil rumput untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

Perilaku itu langsung menuai sorotan. Tobias menilai kultur ini memang wajar terjadi di sepak bola Eropa, seperti halnya suporter Hamburger SV yang merayakan promosi ke Bundesliga dengan cara mengambil rumput lapangan Volksparkstadion. 

Baca Juga:

Nasibnya Bersama Persib Masih Abu-Abu, Mateo Kocijan: Saya Tidak Mau Memikirkan Terlalu Jauh

Kakang Rudianto Bahagia Usai Bawa Persib Juara Kemudian Taklukkan Manchester United

Namun kultur ini memang belum bisa diterima di sepak bola Indonesia. Sebab dari peristiwa itu ada banyak pergunjingan hingga menyebabkan banyak pihak marah. Apalagi Stadion GBLA dinilai banyak pihak sangatlah sakral karena sudah menjadi identitas semangat sepak bola warga Jawa Barat.

“Kejadian kemarin bahwa sebeneranya, di sepkbola bukan hal yang pertama terjadi, bahkan baru-baru ini di Hamburg, Jerman sepert itu. Mungkin secara kultur di indonesia mungkin belm bisa menerima, jad kejadian kemarin banyak pergunjingan, banyak yang marah, saya sepakat memang kultur seperti itu belum siap,” tegas pria yang akrab disapa Tobi itu.

Tobi juga melanjutkan, VPC memang tidak membenarkan adanya perusakan Stadion GBLA oleh pihak manapun. Akan tetapi yang harus menjadi catatan ialah cara pendekatan agar memberi efek jera kepada para pelaku. VPC tak sepakat jika adanya pendekatan pidana dalam peristiwa ini. 

“Kita di Vikng tidak membenarkan adanya perusakan sarana di GBLA, GBLA adalah stadion kebanggaan kita semua, harus kita jaga sama-sama. Tapi jika penyelasaiannya dilakukan secara pendekatan pidana, kita Viking kurang sepakat, karena menurut kita itu tidak tepat,” jelasnya.

Terlebih lagi, tidak semua penyelasaian itu bisa selesai dengan pidana. Justru kata Tobi, ada banyak kejadian kalau tindak pidana tidak memberi efek jera.  Bahkan ada beberapa situasi para pelaku pidana kembali ditahan dengan pelanggaran serupa. 

“Dengan adanya sanksi sosial seperti ini sudah dibuat dsb itu sudah menjadi pelajaran yamg cukup buat pelaku jera, dan mungkin ada penyelasain lain misal dengan cara ganti rugi apa yang dialakukan dia ganti sesuai dengan apa yang dia rusak. Tapi tidak dengan pidana.” tutup Tobi. (RF/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Spanyol
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
SPMB Kota Bandung
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Berita Lainnya

1

7 Aplikasi Menambah Like TikTok Gratis

2

Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional

3

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri