BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung bergerak cepat menyusul insiden ambruknya sebagian bangunan SMP Pasundan 1 dan 2 Bandung, Kepala Disdik Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, turun langsung ke lokasi kejadian bersama jajaran untuk memastikan penanganan korban dan kondisi bangunan.
“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk semakin memperketat evaluasi kelayakan bangunan, baik di sekolah negeri maupun swasta, agar tidak terjadi lagi hal-hal yang membahayakan,” kata Asep.
Baca Juga:
Bangunan SMP Pasundan 1 dan 2 Ambruk, Sekolah Pastikan Siswa Aman
Insiden terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat proses pergantian jam pelajaran. Beruntung, ruang kelas yang ambruk tidak sedang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), karena para siswa tengah berada di laboratorium komputer. Namun, beberapa siswa yang berada di sekitar lokasi tertimpa reruntuhan.
“Laporan yang kami terima, ada beberapa siswa yang terkena reruntuhan. Seluruh korban sudah ditangani di RSUD Bandung Kiwari,” jelasnya.
“Biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pihak sekolah. Kami juga sudah meminta Kepala Sekolah dan Ketua Yayasan untuk mengosongkan seluruh bangunan sampai hasil analisis kelayakan selesai,” tegasnya.
Asep juga mengingatkan seluruh kepala sekolah di Kota Bandung agar lebih waspada terhadap kondisi fisik bangunan, terutama di tengah musim hujan dan angin kencang.
“Saya minta setiap kepala sekolah melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi bangunan. Bila ada tanda-tanda kerusakan, segera laporkan dan ambil langkah antisipasi,” ujarnya.
Untuk menjaga keberlangsungan kegiatan belajar, Disdik telah menyarankan agar pihak sekolah memanfaatkan bangunan terdekat atau menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sementara waktu.
(Kyy/Budis)











