Soal Banjir Ciwastra, Wali Kota Farhan: Air Mengumpul di Titik Terendah Bandung, Tak Punya Jalan Keluar

Pedagang Pasar Gedebage Keluhkan Banjir dan Sampah Berserakan Usai Hujan
Sampah berserakan usai di guyur hujan di pasar Gedebage Kota Bandung (Kyy/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan beberkan penyebab utama banjir yang kerap melanda kawasan Ciwastra, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buah Batu.

Setelah dilakukan kajian teknis, wilayah tersebut ternyata merupakan titik terendah di Kota Bandung, sehingga setiap kali hujan deras turun, air mengalir dan berkumpul di sana tanpa saluran pembuangan yang efektif.

“Terjawab sudah kenapa Ciwastra paling sering banjir. Karena Ciwastra itu hanya 689 meter di atas permukaan laut, posisi paling rendah di Bandung. Jadi wajar kalau semua air dari daerah sekitar mengalir ke sana,” kata Farhan, Selasa (21/10/2025).

Kondisi ini menyebabkan kawasan Ciwastra hampir selalu tergenang setiap hujan turun. Genangan setinggi 20–30 sentimeter kerap merendam rumah warga serta ruas Jalan Margacinta, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kemacetan parah.

Farhan mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menerima berbagai usulan warga untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk pembangunan kolam retensi. Namun, rencana itu belum bisa dilaksanakan karena secara teknis tidak memungkinkan.

“Kolam retensi itu harus punya saluran buangan. Tapi di Ciwastra, semua saluran air justru berada di posisi yang lebih tinggi. Kalau dipaksakan, airnya malah terperangkap di bawah,” ucapnya.

Baca Juga:

Banjir Kawasan Gedebage Kota Bandung, Ini Kata Wali Kota Bandung

Selain itu, Farhan menilai persoalan banjir Ciwastra membutuhkan rekayasa teknis yang lebih canggih. Arah aliran air juga menjadi tantangan tersendiri karena berbatasan langsung dengan infrastruktur besar seperti jalan tol dan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCIC).

“Kalau air didorong ke selatan, mentok di tol dan konstruksi KCIC. Sementara kalau diarahkan ke wilayah Kabupaten Bandung, warga setempat keberatan karena bisa menggenangi sawah mereka,” ujarnya.

Oleh karena itu, Pemkot Bandung kini tengah mengkaji penerapan teknologi pengelolaan air modern, seperti sistem sirkulasi dan penyerapan air di lokasi banjir tanpa perlu membuangnya ke daerah lain.

“Kita sudah enggak bisa pakai cara lama. Harus ada terobosan, misalnya air diputar dan dikelola di situ. Dengan begitu, Ciwastra enggak terus jadi langganan banjir,” pungkasnya.

(Kyy/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Spanyol
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
SPMB Kota Bandung
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Berita Lainnya

1

Jembatan Cirahong, Satu-satunya Jembatan Susun di Indonesia

2

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

7 Aplikasi Menambah Like TikTok Gratis
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri