Soal Pengelolaan Sampah, DLH Jabar Ingatkan Kabupaten Bandung dan KBB

[info_penulis_custom]
Persoalan Sampah
Kebakaran TPA Sarimukti (Foto: Diskominfo Jabar)
[galeri_foto] [youtube_embed]

Bagikan

BANDUNG,TM.ID: Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat (Jabar) Prima Mayaningtyas mengingatkan,  Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat bisa lebih baik dalam hal pengelolaan sampah. Pasalnya, dua Kabupaten ini selalu melebihi kuota ritase pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Sarimukti.

“Jadi 2 kabupaten ini  bisa meningkatkan lagi upaya-upaya pengurangan (sampah) di sisi hulu,” ucap Prima saat live on air melansir PRFM, Jumat (9/2/2024).

Prima juga mengungkapkan, DLH Jabar memberikan kuota tambahan ritase pembuangan sampah untuk empat kota/kabupaten di Bandung Raya, yaitu Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

“Akhirnya setelah dilakukan penataan khususnya di zona 2,  ini kami berikan mulai tanggal 7 Februari 2024 sampai dengan 10 April 2024,” kata Prima.

Prima juga mengungkapkan,  tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan dipeluas pada pertengahan tahun 2024.

Menurut Prima, sampah Bandung Raya masih sangat bergantung pada operasional TPA Sarimukti. Ia berharap proses konstruksi perluasan TPA Sarimukti bisa dilakukan dengan segera.

“Mudah-mudahan di pertengahan tahun ini bisa terselesaikan perluasan di 6,3 hektare itu,” ungkap Prima.

BACA JUGA: DLH Jabar: TPA Sarimukti Akan Diperluas Pertengahan 2024

 

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Jabar, Bey Machmudin mengatakan, lahan TPA Sarimukti akan diperluas kurang lebih 6 hektare. Perluasan lahan rencananya akan dimulai Juni 2024.

“Nanti kita berencana akan membuka lagi enam hektar rencana bulan juni,” kata Bey di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (2/2/2024).

Lebih lanjut Bey mengatakan, TPA Sarimukti sudah tidak mampu menampung sampah. Sekarang TPA Sarimukti hanya menerima sampah yang sudah tidak diolah.

“Jadi untuk sekarang hanya sampah residu yang diterima,” lanjutnya.

Sementara soal progres pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Kabupaten Bandung, Bey Machmudin menyebut masih dalam proses. Namun, Badan Usaha Pelaksana (BUP) pembangunan dan pengelolaan sudah siap.

“Saya tetap minta groundbreaking. Minta target semester 1,” tukasnya.

 

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Diisukan Gabung Malut United, Gustavo Franca Akui Kontraknya Bersama Persib Hanya Menyisakan Beberapa Bulan ke Depan
Diisukan Gabung Malut United, Gustavo Franca Akui Kontraknya Bersama Persib Hanya Menyisakan Beberapa Bulan ke Depan
Persib Bandung Penuhi Undangan Makan Siang dari Wakil Gubernur Jawa Barat 
Persib Bandung Penuhi Undangan Makan Siang dari Wakil Gubernur Jawa Barat 
Industri Nikel RI Buat Standarisasi Global
Tangkal Kampanye Negatif, Industri Nikel RI Buat Standarisasi Global
Longsor Salawu Tasikmalaya Akibatkan Lima Rumah Rusak Berat, Belasan Lainnya Terancam
Longsor Salawu Tasikmalaya Akibatkan Lima Rumah Rusak Berat, Belasan Lainnya Terancam
Sahrul Gunawan
Gagal Kuliah di UGM Gegara Dilarang Ngekos, Anak Sahrul Gunawan Ngambek!
Berita Lainnya

1

Ini Syarat dan Cara Daftarkan Anak ke Barak Militer

2

Daftar Pajak Isuzu Panther, Semua Tipe Lengkap!

3

Ribuan Bobotoh Ramaikan Masak Besar Bobon Santoso, Batagor Khas Bandung Jadi Hidangan Andalan 

4

Diisukan Gabung Malut United, Gustavo Franca Akui Kontraknya Bersama Persib Hanya Menyisakan Beberapa Bulan ke Depan

5

Daftar Pajak Kijang Diesel, Semua Tipe Lengkap!
Headline
Banjir-Longsor Akibatkan Jalan dan Listrik di Tasikmalaya Terputus
Banjir-Longsor Akibatkan Jalan dan Listrik di Tasikmalaya Terputus
Ribuan Bobotoh Ramaikan Masak Besar Bobon Santoso, Batagor Khas Bandung Jadi Hidangan Andalan 
Ribuan Bobotoh Ramaikan Masak Besar Bobon Santoso, Batagor Khas Bandung Jadi Hidangan Andalan 
Sapi kurban Prabowo - Instagram Dispernakan Bandung Barat
2 Sapi Limosin Raksasa Asal Bandung Barat Lolos Seleksi Kurban Presiden Prabowo
Anggaran Pendidikan 2026 Tembus Rp 761 Triliun
Fantastis! Anggaran Pendidikan 2026 Tembus Rp 761 Triliun

Dapatkan fitur lebih lengkap di aplikasi Teropong Media.