JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Prabowo Subianto mengingatkan kelompok buruh agar tidak terus-menerus menyampaikan tuntutan di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tidak menentu.
Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Menurut Prabowo, situasi ekonomi dunia saat ini menuntut adanya kerja sama dan saling pengertian antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
“Pengusaha dan pemerintah harus kerja sama, saya ingatkan buruh jangan kau minta aja terus,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo Sebut Pengusaha Juga Sedang Berjuang
Presiden menilai para pelaku usaha di Indonesia saat ini juga tengah menghadapi tekanan ekonomi yang cukup berat. Selain menjaga operasional usaha, mereka juga harus memenuhi berbagai kewajiban finansial.
“Pengusaha-pengusaha juga kerja keras harus bayar kredit ke bank,” katanya.
Karena itu, pemerintah disebut berupaya menjaga keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlangsungan dunia usaha agar roda ekonomi tetap berjalan.
Pemerintah Siapkan Perlindungan Sosial
Sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat dan dunia usaha, pemerintah terus menjalankan berbagai program perlindungan sosial.
Prabowo mengatakan langkah tersebut dilakukan agar beban yang ditanggung pengusaha dalam mempertahankan pekerja tidak semakin berat di tengah tekanan ekonomi global.
“Kita banyak berikan perlindungan sosial supaya beban pengusaha juga tidak terlalu berat,” ujar Presiden.
Ia juga membuka ruang komunikasi bagi para pengusaha yang mengalami kesulitan ekonomi agar dapat melapor kepada pemerintah.
Pemerintah Siap Bantu Dunia Usaha
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pemerintah siap membantu dunia usaha, termasuk terkait kebijakan tarif maupun dukungan fiskal sementara.
“Kalau dia minta penurunan tarif ya kita bantu untuk sementara,” katanya.
Namun demikian, Prabowo juga mengingatkan agar permintaan penurunan tarif atau pajak tidak dilakukan secara terus-menerus.
“Jangan minta terus menerus penurunan tarif pajak. Kita mengerti krisis dunia, kita akan bantu,” tegasnya.
Baca Juga:
Selain isu buruh dan dunia usaha, Prabowo turut menyoroti persoalan lambatnya birokrasi perizinan yang selama ini dikeluhkan pelaku usaha.
Ia meminta seluruh instansi terkait menghentikan praktik-praktik yang justru mempersulit investasi dan kegiatan ekonomi.
Presiden menegaskan pemerintah ingin menciptakan iklim usaha yang lebih sehat agar pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah tekanan global.
Pidato tersebut menjadi salah satu sorotan dalam pembahasan arah kebijakan ekonomi pemerintah menjelang penyusunan RAPBN 2027.











