BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Airbus A400M pesawat angkut terbesar yang dimiliki TNI Angkatan Udara mendarat di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin pagi, dengan disambut tradisi penyiraman air ala TNI AU.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) resmi kedatangan armada baru, yakni pesawat angkut berat Airbus A400M.
Pesawat Airbus A400M telah mendarat di Pangkalan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) atau Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin (3/11/2025) pukul 07.35 WIB.
Untuk menerbangkan pesawat tersebut, 22 personel TNI AU telah menyelesaikan pelatihan Line & Basic Category (Electrical & Avionic) Airbus A400M di Pusat Pelatihan Internasional Airbus Military and Defence, Sevilla, Spanyol.
Spesifikasi Airbus A400M
Pesawat transport militer ini memiliki berbagai keunggulan dan spesifikasi yang mumpuni. Dikutip dari laman resmi airbus.com, pesawat A400M ini bisa memiliki kapasitas maksimal untuk mengangkut beban hingga 37 ton.
Baca Juga:
Airbus A400M Pesawat Angkut Terbesar TNI AU Resmi Mendarat di Halim Perdana Kusuma
Pesawat Kargo AirACT Tergelincir ke Laut di Bandara Hong Kong, 2 Orang Dilaporkan Tewas
Volume penyimpanan pesawat ini mencapai 340 m³ dengan luas area 4×4 meter. Tak hanya itu, pesawat A400M juga bisa mencapai ketinggian maksimal pada 40.000 kaki dan memiliki kecepatan maksimal sampai 0,72 Mach.
Pesawat A400M ini punya jarak tempuh yang lebih jauh dibandingkan dengan pesawat angkut berukuran sedang. Dilengkapi dengan empat mesin turboprop, pesawat ini juga dapat digunakan untuk mengangkut kebutuhan militer hingga bantuan kemanusiaan dalam medan yang tidak rata.
Adapun, 12 roda pada landing gear pesawat membuat distribusi beban pada model ini menjadi lebih stabil. Pesawat A400M ini juga dapat mendarat di landasan pacu yang pendek atau tidak rata.
Selain dapat menampung barang dalam jumlah lebih banyak, pesawat A400M juga dilengkapi dengan tangki bahan bakar berkapasitas maksimal 51 ton, sehingga pesawat ini bisa dioperasikan untuk misi dengan periode yang lebih lama.
(usamah kustiawan)










