BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Persaingan tablet PC berperforma tinggi kembali memanas. Sebuah perangkat bernama Super X dari perusahaan OneXPlayer mengusung layar AMOLED 14 inci 120 Hz fitur yang jarang ditemui di kelas tablet gaming Windows.
Dalam video YouTube ETA Prime “first look” tersebut, ETA Prime menegaskan bahwa fokus utama Super X bukan sekadar peningkatan performa, melainkan pergeseran pendekatan visual melalui panel AMOLED beresolusi 2.880 × 1.800 piksel dengan dukungan variable refresh rate (VRR) 48–120 Hz.
“They’ve done an amazing job with this screen,” ujar ETA Prime, warna yang sangat kontras dan hitam yang pekat karakter khas panel AMOLED.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa kesan kecerahan yang “terasa lebih terang dari 500 nits” merupakan pengamatan subjektif berdasarkan penggunaan harian, tanpa pengukuran luminance menggunakan alat kalibrasi profesional.
Spesifikasi Super X
Super X hadir sebagai tablet Windows dengan kickstand stepless hingga 173 derajat, bodi berbobot sekitar 1,3 kilogram (tablet saja), serta sistem pendingin dual fan.
Tata letak port tergolong lengkap untuk kelasnya: USB-A, dua USB4 full-function, HDMI ukuran penuh, jack audio 3,5 mm, slot microSD, serta dukungan SSD tambahan. Speaker stereo disetel oleh Harman, sementara pencahayaan RGB dapat diatur melalui perangkat lunak bawaan.
Perangkat ini juga memiliki tombol khusus untuk membuka aplikasi pengaturan internal, memungkinkan pengguna menyesuaikan profil daya, kipas, resolusi, hingga pencahayaan.
Seluruh pengaturan tersebut ditujukan untuk memberi fleksibilitas performa, bukan menjanjikan hasil seragam di semua skenario.
Opsi Daya dan Pendinginan Eksternal
Dalam pemaparannya, ETA Prime menjelaskan adanya dua konfigurasi daya. Versi standar beroperasi hingga 80 watt TDP saat terhubung ke adaptor, sementara varian lain dapat dipasangkan dengan sistem pendingin cair eksternal bernama Frostbay, yang memungkinkan TDP hingga 120 watt.
Konfigurasi terakhir ini bersifat opsional, tidak portabel, dan ditujukan untuk penggunaan meja.
“Dengan pendingin cair terpasang, ini jelas bukan lagi soal mobilitas,” kata ETA Prime. I
a menekankan bahwa perbedaan tersebut perlu dipahami sejak awal agar tidak menimbulkan ekspektasi keliru.
Benchmark Bicara, Konteks Menentukan
Super X ditenagai prosesor AMD Ryzen AI Max Plus 395 dengan iGPU terintegrasi. Dalam pengujian awal yang dibagikan ETA Prime, skor benchmark meningkat seiring kenaikan TDP sebuah pola yang lazim di perangkat berdaya tinggi.
Sejumlah game modern juga dijalankan pada resolusi tinggi dengan bantuan FSR, menghasilkan frame rate yang dinilai “nyaman” untuk bermain.
Penting dicatat, seluruh angka performa berasal dari pengujian mandiri ETA Prime pada unit uji tertentu. Hasil dapat berbeda bergantung pada konfigurasi RAM, pembaruan driver, versi gim, resolusi, pengaturan grafis, serta profil daya yang digunakan.
Baterai: Tergantung Cara Pakai
Perangkat ini dibekali baterai sekitar 85 Wh. ETA Prime memperkirakan daya tahan bisa melampaui delapan jam untuk beban ringan pada profil hemat daya, sementara penggunaan gim berat akan memangkas waktu pakai secara signifikan.
Estimasi tersebut berbasis simulasi konsumsi daya dan bukan klaim resmi pabrikan.
Baca juga:
Acer Nitro V16 Rp14 Jutaan: Spesifikasi Naik, Desain Ganti, Ambisi Tetap Sama
HP EliteBoard G1a Tampil di CES 2026, Konsep PC di Dalam Keyboard untuk Kerja Fleksibel
Posisi Pasar dan Catatan Penting
Super X saat ini diperkenalkan melalui platform crowdfunding, dengan beberapa opsi konfigurasi memori dan penyimpanan. Artinya, spesifikasi akhir, harga ritel, dan jadwal distribusi masih dapat berubah hingga tahap produksi massal.
Pembaca disarankan memperlakukan informasi ini sebagai gambaran awal, bukan janji final.
ETA Prime menyimpulkan bahwa perangkat ini menawarkan alternatif menarik terutama bagi pengguna yang mengutamakan kualitas layar namun tidak otomatis menggantikan perangkat lain di kelasnya.
“There’s no reason to upgrade unless you absolutely want that AMOLED display,” ujarnya.
Super X menunjukkan bahwa kompetisi di segmen tablet PC berperforma tinggi kini tidak lagi hanya soal tenaga mentah. Layar AMOLED, fleksibilitas daya, dan pendekatan modular menjadi kartu pembeda. Namun, seperti banyak perangkat pra-rilis, nilainya baru bisa dipastikan setelah versi final beredar luas.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Fathir Fahrezi Fardiansyah)










