Tafsir Visual dan Filosofis atas Liturgi Panggung Ghost, Simbol Iblis dan Satire Religi

Ghost
Ghost. (dok. Ghost)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Di tengah lanskap musik metal yang kerap dibanjiri oleh citra kegelapan, amarah, dan pemberontakan yang mentah, Ghost berdiri menjadi anomali yang justru merayakan kekacauan dengan keanggunan.

Di bawah kendali sang vokalis, Tobias Forge yang juga otak di balik figur Papa Emeritus dan Cardinal Copia, Ghost tidak hanya menghadirkan konser, tetapi semacam misa tandingan, sebuah “anti-liturgy” yang menggabungkan satire agama, glam rock, opera gelap, dan kritik sosial dengan bungkus seni visual kelas tinggi.

Fenomena Ghost tak bisa dipahami hanya dari riffs gitar atau chorus lagu seperti Year Zero atau Rats saja. Ia harus dibaca sebagai teks budaya yang berlapis-lapis, di mana estetika barok Gereja Katolik Roma diretas dan dibajak menjadi kendaraan untuk menyampaikan pesan tentang kekuasaan, patriarki, dan absurditas hierarki spiritual.

Dalam setiap penampilan panggung, Ghost tidak sekadar “bermain musik.” Mereka menampilkan ritual yang secara sadar mengolok-olok liturgi gereja, lengkap dengan mitra Paus, tongkat Ferula (diganti menjadi Grucifix), hingga prosesi ala misa. Namun, ini bukan sekadar gimmick. Forge tahu betul bahwa kekuatan agama tidak hanya ada dalam dogma, tetapi dalam simbol dan teatrikalitas.

Jika merujuk pada pemikiran Michel Foucault, kita tahu bahwa kekuasaan tidak selalu memaksa secara terang-terangan; ia bekerja lewat representasi dan struktur naratif yang mapan. Ghost dalam hal ini tidak serta-merta menghujat agama, tapi menelanjangi mekanisme kekuasaannya. Ketika Papa Emeritus berdiri di altar panggung, ia adalah kiasan dari seorang pemimpin spiritual sekaligus diktator budaya pop yang agung, karismatik, dan fiktif.

Kritik Sosial Lewat Figur Cardinal Copia

Di era Prequelle dan Impera, Tobias Forge memperkenalkan karakter Cardinal Copia sebagai antitesis dari “Papa” sebelumnya. Copia tidak datang dengan wibawa kekuasaan religius tapi ia canggung, lugu, penuh humor, bahkan kadang terlihat seperti karakter kartun. Namun di sinilah letak revolusinya.

Cardinal Copia adalah simbol generasi baru yang tidak lagi terjebak dalam narasi besar kekuasaan absolut. Ia adalah representasi manusia biasa yang mencoba mencari tempat dalam sistem yang absurd.

Dalam seni rupa kontemporer, kita bisa membandingkan Copia dengan karya-karya Cindy Sherman atau Gilbert & George yang menggabungkan kekonyolan dengan kritik sosial yang tajam melalui performativitas identitas.

Baca Juga:

Pentagon Pakai Lagu “Enter Sandman” Tanpa Izin, Metallica Geram Minta Takedown!

Konser Terakhir Black Sabbath “Back To The Beginning” Jadi Aksi Amal Terbesar Dalam Sejarah

Evolusi Perlawanan Lagu “Bella Ciao” dari Buruh ke Gerilya, dari Netflix ke Jalanan!

Estetika Visual: Antara Rococo dan Distorsi Pop

Secara visual, Ghost adalah kelompok seni rupa performatif. Panggung mereka penuh dengan arsitektur pseudo-gotik, vitral kaca palsu, obor api, dan pewarnaan pastel yang menyerupai gereja Eropa abad pertengahan jika dilukis oleh Salvador Dalí. Kostum para Nameless Ghouls yang kini berevolusi dari jubah anonim ke setelan tuksedo hitam ala silent film villains, menunjukkan bahwa Ghost tak pernah berhenti mengutak-atik konvensi.

Dalam hal ini, mereka mirip dengan gerakan camp yang dikaji oleh Susan Sontag: suatu bentuk ekspresi berlebihan yang secara sadar ‘palsu’ untuk menyoroti absurditas norma sosial. Ghost menegaskan bahwa dalam dunia yang terlalu serius, satu-satunya bentuk pembangkangan tersisa adalah dengan merayakan kekonyolan secara serius.

Relevansi di Dunia Sekular

Di era ketika agama tradisional mulai kehilangan pijakan, namun spiritualitas tetap dicari, Ghost hadir sebagai ruang aman bagi mereka yang tidak lagi ingin percaya tapi tetap merindukan upacara. Layaknya sebuah gereja bayangan, konser Ghost adalah tempat untuk memuja bukan Tuhan atau Iblis, tapi kemanusiaan yang rapuh dan penuh paradoks.

Kehadiran fans queer, non-biner, dan individu dari berbagai latar belakang marginal di konser-konser mereka menunjukkan bahwa Ghost telah menjadi semacam “tempat suci” yang tidak mengkhotbahkan keselamatan, tapi penerimaan. Mereka membalik konsep “iman” menjadi bentuk eksistensial yang bukan soal percaya pada dogma, tetapi percaya bahwa seni bisa menyelamatkan, walau hanya untuk satu malam.

Pada akhirnya, Ghost bukanlah tentang menyembah Setan sebagaimana yang sering dituduhkan kelompok konservatif. “Setan” dalam narasi mereka adalah metafora dari perlawanan terhadap otoritas yang beku dan moralitas yang dibuat-buat.

Mereka menampilkan mimbar tandingan, bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk mengajak kita berpikir ulang: siapa yang sebenarnya kita sembah selama ini?

*Opini ini sepenuhnya merupakan pandangan penulis dan tidak mencerminkan kebijakan redaksi Teropong Media.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

7 Lagu Indonesia Paling Menyentuh Hati, Menangislah itu Wajar!

2

Cek, Cara Mengatasi Pengisian Token Listrik yang Gagal Terus

3

5 Rekomendasi Tumbler EIGER: Stylish, Praktis, dan Ramah Lingkungan

4

PKM di Garut, Dosen dan Mahasiswa Ekuitas University Bantu UMKM Desa Cipancar Kelola Bisnis via Teknologi Digital

5

Murah! HUAWEI MateBook D14 Terjual dengan Harga Rp8,9 jutaan
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg