BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Medali perunggu SEA Games 2025 menjadi lebih dari sekadar pencapaian podium bagi Tim Nasional Bola Voli Putri Indonesia. Bagi sang kapten, Megawati Hangestri Pertiwi, hasil tersebut mencerminkan daya juang tim yang mampu bertahan dan berkembang meski dibentuk dalam waktu persiapan yang sangat terbatas.
Dengan hanya sekitar satu bulan pemusatan latihan di Medan, Timnas voli putri harus menghadapi tekanan kompetisi regional yang ketat. Namun keterbatasan waktu itu justru menjadi ruang pembuktian bagi para pemain untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka di lapangan.
“Persiapan kami sangat singkat, tapi semua pemain berusaha tampil maksimal. Dari situ kami bisa melihat potensi dan kekuatan tim ini,” ujar Megawati usai kemenangan atas Filipina pada laga perebutan tempat ketiga di Hua Mak Indoor Stadium, Bangkok, Senin (15/12/2025).
Megawati menilai keberhasilan meraih medali perunggu tidak lepas dari solidnya kerja sama antarpemain lintas generasi. Kombinasi pemain senior dan junior disebutnya mampu menciptakan keseimbangan, terutama saat tim berada dalam situasi sulit sepanjang turnamen.
Baca Juga:
Timnas Voli Putri Indonesia Tantang Thailand di SEA Games 2025, Semifinal Neraka!
Perhatian khusus juga diberikan kepada para pemain muda yang menjalani debut di ajang besar seperti SEA Games. Meski sempat terlihat gugup di awal pertandingan, mereka perlahan menunjukkan perkembangan positif berkat dukungan pemain yang lebih berpengalaman.
“Tekanan pasti ada, apalagi buat yang baru pertama kali tampil. Tapi kami saling support, dan itu membantu mereka lebih percaya diri,” kata Megawati.
Ia menilai pengalaman SEA Games 2025 menjadi modal penting bagi regenerasi Timnas voli putri Indonesia. Jam terbang internasional yang diperoleh para pemain muda diyakini akan berdampak besar pada performa tim dalam jangka panjang.
Timnas voli putri Indonesia memastikan medali perunggu setelah menaklukkan Filipina dengan skor 3–1. Hasil tersebut menutup perjalanan Indonesia di SEA Games 2025, setelah sebelumnya gagal melaju ke final usai kalah dari tuan rumah Thailand di semifinal.
Lebih dari sekadar podium, SEA Games 2025 menjadi fondasi pembentukan tim yang lebih matang, sebuah langkah awal menuju masa depan voli putri Indonesia yang lebih kompetitif di level Asia Tenggara dan seterusnya.
(Budis)











