BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Menjelang Grand Prix Abu Dhabi yang akan menentukan juara dunia Formula 1, McLaren berada dalam posisi yang sangat tidak nyaman. Di satu sisi, mereka memiliki dua pebalap yang sama-sama masih berpeluang menjadi juara. Di sisi lain, tekanan untuk menggunakan team order terus membayangi,sebuah keputusan yang bisa menentukan sejarah karier Lando Norris atau merusak harmoni internal tim.
Lando Norris memimpin klasemen dengan 408 poin, tetapi jaraknya sangat tipis dari Max Verstappen (396 poin) dan rekan setimnya, Oscar Piastri (392 poin). Dalam kondisi seperti ini, sekecil apa pun pergeseran posisi di lintasan bisa menggoyang calon juara dunia musim ini. Skenarionya jelas, jika Verstappen menang, Norris harus finis minimal posisi tiga agar tetap menjadi juara. Artinya, Piastri bisa berada dalam situasi di mana ia harus mengalah demi membuka jalan bagi Norris.
Namun McLaren justru memilih jalan sulit. CEO Zak Brown menegaskan, tim tidak akan mengeluarkan team order selama peluang keduanya masih hidup. Baginya, sportivitas pebalap lebih penting daripada trofi. Pernyataan ini membuat banyak pihak terkejut, karena McLaren secara tidak langsung rela kehilangan gelar dunia hanya demi menjaga prinsip fair play.
Baca Juga:
Persaingan Era Baru Formula 1 Dinilai Hanya Milik McLaren dan Mercedes
Lando Norris kemudian angkat bicara. Ia mengakui bahwa team order bisa membantu, tetapi ia tak mau menjadi orang yang memintanya.
“Tentu saya ingin, tetapi saya tidak merasa berhak memintanya. Keputusan ada di Oscar. Kalau dia melakukannya, bagus. Kalau tidak, ya sudah,” ujar Norris, dikutip dari Formula1, Sabtu (6/12/2025).
Oscar Piastri, yang berada dalam posisi paling dilematis, mengaku belum siap memberi jawaban.
“Saya benar-benar belum tahu. Belum ada diskusi apa pun, jadi saya tidak bisa bilang apa yang harus saya lakukan,” ungkapnya.
Jawaban itu menunjukkan bahwa Piastri berada dalam tekanan besar, membantu Norris berarti mengorbankan peluang juaranya sendiri, tetapi menolak berarti bisa dinilai egois oleh publik.
Dengan McLaren membuka ruang duel bebas dan menolak strategi tim, balapan Abu Dhabi kini berubah menjadi salah satu race penentuan gelar paling dramatis dalam satu dekade terakhir.
Norris memburu gelar perdananya, Piastri mempertahankan haknya sebagai pesaing sah, dan Verstappen siap memanfaatkan setiap retakan di antara mereka.
(Budis)







