Tata Kelola Pemda Kacau, Purbaya Ungkap Masih ada Jual Beli Jabatan Hingga Proyek Fiktif

Purbaya Pemda. cukai rokok 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (dok Setpres BPMI)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan tata kelola pemerintahan daerah (Pemda) masih kacau. Hal ini karena masih adanya praktik penyelewengan kekuasaan di daerah, mulai dari jual beli jabatan hingga proyek fiktif.

Menkeu menjelaskan, berdasarkan Data KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dalam tiga tahun terakhir, masih banyak kasus penyelewangan di daerah. Diantaranya kasus seperti suap audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) di Sorong dan Meranti, jual-beli jabatan di Bekasi, hingga proyek fiktif BUMD di Sumatra Selatan.

“Artinya reformasi tata kelola ini belum selesai,” ucap Purbaya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).

KPK juga menyoroti sumber utama kasus penyelewengan di daerah, di antaranya jual-beli jabatan, gratifikasi, hingga intervensi dalam pengadaan barang dan jasa. Ia mengingatkan hal ini dapat menyebabkan kebocoran anggaran dan menghambat program pembangunan.

Lebih lanjut, hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 menunjukkan skor integritas nasional baru mencapai 71,53, di bawah target 74.

Purbaya mengungkap, sebagian besar pemerintah daerah masih masuk kategori rentan atau zona merah, dengan skor rata-rata provinsi sebesar 67 dan kabupaten 69.

Baca Juga:

Gubernur Se-Indonesia Gruduk Menkeu Purbaya, Protes Dana Transfer Daerah Dipotong!

Menkeu Purbaya Ungkap Alasan Pangkas TKD, Reputasi Kepala Daerah Kurang Bagus!

Dengan tata kelola yang masih berantakan ini, Purbaya menyebut bahwa pemerintah belum bisa meningkatkan anggaran dana Transfer ke Daerah (TKD).

Purbaya meminta pemerintah daerah segera memperbaiki tata kelola dan penyerapan anggaran dalam kurun waktu dua kuartal kedepan. Ia mengungkap, pemerintah pusat masih menunggu perbaikan tersebut sebelum mempertimbangkan tambahan dana transfer.

Apabila evaluasi tata kelola pemerintah daerah menunjukan hasil yang baik, Purbaya mengungkapkan akan mengajukan peningkatan TKD ke Presiden Prabowo Subianto.

“Coba tolong perbaiki dua triwulan ke depan deh, jadi saya bisa ngomong ke atas,” ucap Purbaya.

Menkeu pun mendorong seluruh kepala daerah untuk lebih transparan dan bertanggung jawab dalam mengelola anggaran publik.

“Mari kita kelola uang publik dengan hati-hati, cepat, dan bertanggung jawab supaya ekonomi daerah makin kuat dan masyarakat makin sejahtera,” ujarnya.

(Raidi/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
SPMB Kota Bandung
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Berita Lainnya

1

7 Aplikasi Menambah Like TikTok Gratis

2

Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional

3

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri