BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Team Liquid PH tidak memberikan kesempatan bagi Aurora Gaming PH di laga Swiss Stage M7 World Championship. Juara bertahan MPL Philippines itu menutup pertandingan dengan kemenangan dominan dalam waktu 17 menit.
Pertandingan yang digelar di XO Hall MPL Arena, Jakarta, Sabtu (10/1/2026) ini menjadi ajang pembuktian bagi Team Liquid setelah Aurora sempat mengalahkan mereka 2-1 di regular season MPL PH Season 16.
Kali ini, tidak ada ruang untuk kejutan. The GOAT dan rekan-rekannya tampil dengan performa nyaris sempurna dari awal hingga akhir.
Aurora yang datang dengan ambisi balas dendam atas kekalahan 0-4 di grand final harus menelan kekecewaan.
Draft Phase: Komposisi Agresif dari Kedua Tim
Team Liquid memilih draft yang dinilai pilihan berani. Jaypee mengamankan Hylos sebagai tank dengan sustain tinggi, Sanford mengunci Alice di exp lane untuk crowd control, KarlTzy memilih Yi Sun Shin sebagai jungler, Oheb mengambil Claude di gold lane untuk mobility, dan Sanji melengkapi komposisi dengan Luo Yi hero mid laner dengan ultimate teleportasinya yang bisa menjadi mengubah alur pertandingan.
Aurora merespons dengan komposisi tidak kalah agresif. Light mengambil Chou sebagai tank dengan high mobility, Edward memilih Uranus di exp lane sebagai secondary tank, Demonkite mengunci Fredrinn di jungle untuk frontline damage, Domengkite menggunakan Karrie sebagai true damage dealer, dan Yue memilih Yve sebagai mid laner dengan kontrol area.
Kedua draft menunjukkan niat jelas: pertandingan akan dimainkan dengan tempo cepat dan agresif sejak early game.
Jual Beli Serangan dari Detik Pertama
Tidak ada fase farming yang tenang. Dari detik pertama, kedua tim langsung saling serang dengan agresivitas tinggi. KarlTzy dengan Yi Sun Shin melakukan pressure ke jungle Aurora, sementara Demonkite dengan Fredrinn tidak mau kalah memberikan balasan.
Kill score terus bergantian. Aurora sempat unggul tipis di early game, tapi Team Liquid dengan sabar menunggu momen yang tepat untuk melakukan serangan balik yang lebih mematikan.
Menit 11: Hampir Wipe Out Meski Kehilangan Lord
Momen krusial terjadi di menit ke-11. Aurora berhasil mengamankan Lord pertama setelah memenangkan battle di area objektif. Namun justru Team Liquid berbicara lebih banyak, mereka berhasil melakukan pick off terhadap empat hero Aurora dan hanya menyisakan Edward seorang saja.
Jaypee dengan Hylos tank semua damage di frontline, memberikan ruang bagi KarlTzy untuk memberikan damage dari jarak jauh dengan Yi Sun Shin.
Sanji menemukan momen sempurna ultimate Luo Yi mendarat tepat sasaran, memisahkan formasi Aurora dan menciptakan kekacauan. Momentum berpindah total ke tangan juara MPL Philippines.
Baca Juga:
Duel Penutup Swiss Stage M7 World Championship MLBB: Bisakah Alter Ego Mengalahkan Juara dari Turki?
Lord Kedua dan Ultimate Luo Yi yang Ciamik
Keunggulan yang didapat dari team fight menit 11 membuat Team Liquid mengontrol map dengan lebih leluasa. Mereka mengatur tempo, mengamankan objektif kecil, dan membangun keunggulan gold.
Di menit ke-15, Team Liquid berhasil mengamankan Lord kedua tanpa perlawanan berarti. Aurora mencoba contest, tapi lagi-lagi malah menambah keuntungan bagi Team Liquid.
Menit 17: End Game dengan Eksekusi Sempurna
Dengan buff Lord kedua dan keunggulan yang sudah sangat besar, Team Liquid tidak menunda-nunda. Mereka langsung melakukan all-in push ke base Aurora dengan eksekusi yang terstruktur.
Hal itu juga mengakhiri pertandingan dengan statement tegas dari sang juara bertahan MPL Philippines.
Skor Akhir
Team Liquid PH 1–0 Aurora Gaming PH
Kemenangan ini membuktikan bahwa kekalahan Team Liquid di regular season hanyalah sebuah kesalahan sistem. Ketika bermain dengan fokus penuh, mereka adalah tim yang sangat sulit dikalahkan kombinasi sempurna antara individual skill, teamwork, dan mental juara.











