BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memastikan proses pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah Sumatra terus berjalan. Hingga Kamis (11/12), pemulihan di Sumatra Utara sudah mencapai 98 persen dan Sumatra Barat bahkan lebih baik dengan tingkat pemulihan 99 persen. Namun, kondisi berbeda masih terjadi di Aceh, yang baru pulih sekitar 40 persen.
Meutya menjelaskan, lambatnya pemulihan di Aceh bukan karena kerusakan besar pada infrastruktur, melainkan terkendala oleh pasokan listrik yang belum stabil. Padahal, menurut laporan operator, perangkat menara atau tower di provinsi tersebut sebagian besar masih utuh dan tidak roboh.
“Basis tower di Aceh kurang lebih sudah 40 persen yang kembali berfungsi. Tantangan terbesarnya adalah listrik. Kalau listrik kembali normal, pemulihan bisa langsung naik ke 75 persen,” ujar Meutya dalam acara Perayaan Natal APJATEL di Jakarta.
Selain ketiadaan listrik, gangguan transmisi akibat kabel yang terdampak banjir dan longsor juga menghambat konektivitas. Meski begitu, kerusakan pada jaringan fiber optik dinilai masih dapat ditangani.
Baca Juga:
Sebanyak 20.797 Warga Aceh Mengungsi Akibat Banjir
Ketua Umum APJATEL, Jerry Mangasas Swandy, mengungkapkan bahwa sebagian kabel fiber optik memang rusak karena longsor, tetapi perbaikan cepat dilakukan berkat adanya jalur cadangan atau redundant.
“Secara backbone semuanya aman dan bisa difungsikan,” ujarnya.
Saat ini, pemerintah menaruh fokus penuh pada Aceh. Operator telekomunikasi sudah siap menjalankan kembali layanan, namun interkoneksi antar-BTS tetap bergantung pada suplai daya listrik. Jerry menambahkan, pemulihan menyeluruh akan berjalan simultan dengan pemulihan infrastruktur kelistrikan yang berada di bawah koordinasi Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
“Kita tinggal menunggu listrik. Begitu PLN aktif, BTS juga langsung hidup dan layanan data maupun suara akan pulih,” katanya.
(Budis)











