BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Kegagalan Italia menembus putaran final Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. Tidak hanya tersingkir di babak play-off, Azzurri kini juga harus menghadapi perombakan besar di tubuh manajemen dan tim pelatih.
Salah satu dampak paling nyata adalah mundurnya Gennaro Gattuso dari kursi pelatih kepala. Berdasarkan keterangan resmi Federasi Sepak Bola Italia, keputusan tersebut diambil melalui kesepakatan bersama sebagai bagian dari langkah evaluasi menyeluruh.
Gattuso mengakui kegagalan mencapai target utama menjadi alasan utama dirinya memilih mundur lebih cepat dari jabatan yang baru diembannya sejak Juni 2025.
“Dengan berat hati, karena gagal mencapai tujuan yang telah kami tetapkan, saya menganggap masa jabatan saya sebagai pelatih tim nasional telah berakhir,” ujar Gattuso.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi kepentingan jangka panjang timnas Italia, agar proses evaluasi dan pembenahan bisa segera dilakukan.
“Jersey Azzurri adalah aset paling berharga dalam sepak bola. Oleh karena itu sudah tepat untuk mempermudah evaluasi teknis di masa depan sejak awal,” tambahnya.
Baca Juga:
Roberto Mancini Akui Ingin Kembali Tangani Timnas Italia
Situasi ini semakin menegaskan krisis yang tengah dialami Italia. Sebelumnya, Gabriele Gravina dan Gianluigi Buffon juga telah lebih dulu melepas jabatan mereka, menandakan adanya tanggung jawab kolektif atas kegagalan tersebut.
Italia dipastikan gagal tampil di Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina melalui adu penalti di final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.
Hasil ini memperpanjang catatan buruk Azzurri yang untuk ketiga kalinya secara beruntun absen di ajang Piala Dunia, setelah sebelumnya juga gagal lolos pada edisi 2018 dan 2022.
Meski masa jabatannya singkat, Gattuso tetap menyampaikan rasa terima kasih kepada para pemain dan pendukung timnas Italia.
“Terima kasih kepada para penggemar dan seluruh masyarakat Italia yang selalu menunjukkan cinta dan dukungan mereka. Azzurri akan selalu ada di hati saya,” tutupnya.
Di sisi lain, Gravina tetap memberikan apresiasi atas kontribusi Gattuso yang dinilai mampu menghidupkan kembali semangat tim dalam waktu singkat, meski hasil akhir tidak sesuai harapan.











