JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah menyiapkan anggaran Rp55 triliun untuk pembayaran tunjangan hari raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026.
Anggaran tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp49 triliun.
“Pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp55 triliun, dibanding tahun lalu ini meningkat, tahun lalu Rp49 triliun, naik 10 persen,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Komponen Dibayar 100 Persen
THR diberikan kepada ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), prajurit TNI, anggota Polri, hingga pensiunan ASN dan pejabat negara.
Airlangga menegaskan, seluruh komponen pembayaran dilakukan secara penuh tanpa pemotongan.
“Komponen yang dibayarkan 100 persen penuh, gaji pokok, tunjangan,” ujarnya.
Komponen tersebut meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan, serta berbagai tunjangan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga:
Pemerintah Wajibkan THR Swasta Cair H-7 Idulfitri, Tak Boleh Dicicil!
Adik Darius Sinathrya Tak Diakui Sang Ayah Usai Jadi Mualaf, Ceritanya Sangat Mengharukan
Berbeda dengan Gaji ke-13
Airlangga menjelaskan bahwa THR berbeda dengan gaji ke-13. Jika THR diberikan menjelang Hari Raya Idulfitri, gaji ke-13 umumnya dicairkan pada pertengahan tahun.
“Gaji ke-13 biasanya di bulan Juni. Pencairan THR sudah disalurkan secara bertahap sejak 26 Februari,” tutur dia.
Pencairan yang dilakukan lebih awal ini diharapkan dapat mendukung daya beli ASN menjelang Lebaran serta mendorong perputaran ekonomi nasional selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Kebijakan peningkatan anggaran THR juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas konsumsi domestik di tengah dinamika ekonomi global.
(Dist)











