BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Tespek seringkali menjadi alat pertama yang digunakan untuk mendeteksi kehamilan seseorang. Cara kerjanya dengan mendeteksi hormon hCG (human chorionic gonadotropin) yang ada di dalam urine.
Meski dalam klaimnya tespek memiliki tingkat keakuratan mencapai 99%, tetapi ada beberapa kasus ketika hasil tespek positif tidak berarti hamil.
Lantas, mengapa kondisi ini bisa terjadi? Berikut penyebab beberapa tespek bisa positif selain menandakan kehamilan.
1. Salah Menggunakan Tespek
Saat akan melakukan tes kehamilan mandiri di rumah dengan menggunakan tespek, penting untuk mengikuti instruksi yang tertera pada kemasannya.
Sebab, apabila dilakukan tidak sesuai instruksi bisa menimbulkan hasil positif yang palsu. Beberapa contoh kesalahan yang umum terjadi ketika menggunakan tespek:
- Mencelupkan tespek terlalu lama atau terlalu sebentar ke dalam urine.
- Menggunakan tespek kadaluwarsa.
- Menggunakan tespek yang sudah digunakan sebelumnya.
Selain itu, kamu juga harus memperhatikan waktu penggunaan tespek untuk menghindari hasil yang keliru. Ada baiknya untuk menggunakan tespek di pagi hari setelah bangun tidur.
Pasalnyaa, urine pertama di pagi hari masih pekat dan belum tercampur kandungan dari makanan yang dikonsumsi, sehingga hasil tesnya bisa lebih akurat.
2. Kehamilan Ektopik
Kehamilan ektopik merupakan kondisi ketika terjadi pembuahan sel telur di luar rongga rahim, umumnya terjadi di saluran tuba falopi. Kondisi ini termasuk keadaan medis yang darurat karena bisa membahayakan sang ibu hamil.
Seseorang dengan kehamilan ektopik juga akan mengalami tanda positif palsu pada tespek. Hal ini dikarenakan embrio tetap memproduksi hormon hCG, meskipun berada di area yang tidak seharusnya.
3. Kehamilan Kimia
Kehamilan kimia merupakan sebutan untuk peristiwa keguguran di saat janin berusia kurang dari lima minggu. Kehamilan jenis ini akan memberikan sinyal positif mengandung meskipun janin sudah tidak berkembang.
4. Pengaruh Obat-Obatan
Hanya karena mengonsumsi obat-obatan, bisa membuat hasil tespek positif. Seseorang yang konsumsi obat-obatan tertentu secara rutin seperti obat kesuburan, antidepresan, hingga antikonvulsan juga dapat menyebabkan hasil tes kehamilan yang palsu.
Hal ini disebabkan kandungan hormon hCG yang terdapat di dalam obat tersebut. Selain itu, perawatan infertilas dan obat penurun berat badan juga bisa mengandung hCG sintetis sehingga menyebabkan hasil positif palsu dalam tes darah dan urine.
Mengonsumsi jenis obat-obatan tersebut secara rutin akan membuat hormon hCG yang dibawanya bertahan dalam tubuh sekitar dua minggu atau lebih.
Baca Juga:
5. Keguguran atau Aborsi
Seseorang yang baru mengalami keguguran atau aborsi, bisa saja mendapatkan hasil tespek yang keliru. Bukan tanpa alasan, melainkan ketika keguguran atau aborsi terjadi, hormon hCG masih berada di dalam urine.
Hal itulah yang membuat tespek tetap akan mendeteksi keberadaan hormon ini meskipun janin sudah tidak ada di dalam kandungan.
6. Kondisi Medis Tertentu
Selain penyakit trofoblas gestasional (PTG) atau sejenis tumor, ada kondisi medis lainnya yang dapat menyebabkan hormon hCG seseorang meningkat bahkan ketika tidak hamil.
Kondisi medis tersebut di antaranya adalah penyakit ginjal, infeksi saluran kemih, kista, dan kanker ovarium. Akibat penyakit itu, biasanya muncul antibodi tertentu yang berkaitan dengan molekul dalam alat tes kehamilan. Hal itulah yang menyebabkan tespek menghasilkan tanda positif palsu.
(Anisa Kholifatul Jannah)











