BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Tahun 2025 ini 2 TIM Universitas Halim Sanusi (UHS) Bandung mendapatkan anggaran hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Penyandang dana dari proytek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI.
Salah satu tim pengabdian, yaitu Tim Dosen dan Mahasiswa Universitas Halim Sanusi Bandung yang diketuai oleh Ir. Dwi Susanto, M.Sc., Ph.D, melaksanakan program “Implementasi Irigasi Tetes pada Lahan Pertanian Kelompok Tani Alam Kahuripan” yang berlokasi di Kampung Andir, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Ketua LPPM Universitas Halim Sanusi Bandung, Prof. Dr. Eng. Muhamad Nasir menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus mendukung produktivitas pertanian berkelanjutan di kawasan Lembang.
“Melalui penerapan teknologi irigasi tetes, diharapkan para petani dapat mengoptimalkan hasil pertanian dengan penggunaan air yang lebih hemat dan terukur,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).
Ia menambahkan, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dosen dan mahasiswa tidak hanya berhenti pada penerapan teknologi, tetapi juga mencakup pelatihan serta pendampingan langsung kepada kelompok tani. “Kalau petani di Kampung Andir merasakan manfaat nyata dari irigasi tetes ini, maka tujuan pengabdian kami tercapai. Namun sebaliknya jika program tidak memberi dampak, kami siap mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan program,” katanya.
Mengikuti arahan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi – Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D , seluruh kegiatan penelitian dan pengabdian memang harus berorientasi pada manfaat nyata dan berdampak bagi masyarakat. Karena itu, Universitas Halim Sanusi berkomitmen menjadikan setiap program pengabdian sebagai solusi konkret atas permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya para petani.

Melalui hibah yang diberikan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM Kemdiktisaintek) tahun anggaran 2025, Universitas Halim Sanusi Bandung berharap teknologi irigasi tetes dapat menjadi model teknologi yang bisa direplikasi di wilayah pertanian lain di kabupaten bandung barat, sehingga mendukung ketahanan pangan nasional.
Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Halim Sanusi Bandung, Ir. Dwi Susanto, M.Sc., Ph.D, mengatakan bahwa berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok tani Alam Kahuripan pada saat survei awal bersama anggota tim, para petani masih menggunakan sistem pengairan manual yang boros air dan memerlukan banyak tenaga.
Padahal kondisi lahan pertanian di Lembang membutuhkan pengelolaan air yang lebih efisien. Oleh karena itu, diperlukan teknologi irigasi yang lebih efisien untuk mengoptimalkan penggunaan air sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman.
Irigasi tetes (drip irrigation) merupakan salah satu teknologi irigasi hemat air yang menyalurkan air secara langsung ke zona perakaran tanaman melalui emitter atau penetes. Teknologi ini dapat menghemat penggunaan air hingga 70% dibandingkan dengan metode irigasi konvensional, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan mengurangi pertumbuhan gulma.
“Dari hasil diskusi tersebut, kami menawarkan solusi dengan mengimplementasikan sistem irigasi tetes, untuk membantu meringankan para petani saat proses kegiatan pengairan pada lahan supaya lebih efektif dan efisien” ujarnya, Selasa (16/9/2025).
Tim Universitas Halim Sanusi Bandung juga memberikan penekanan bahwa teknologi irigasi tetes yang diterapkan tidak membutuhkan biaya operasional besar, sehingga tidak menambah beban anggaran produksi petani.
Selain itu, tim juga memberikan pelatihan mengenai perawatan alat-alat yang digunakan dalam irigasi tetes serta pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran hasil panen dalam upaya meningkatkan nilai ekonomi hasil panen para petani alam kahuripan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu sekaligus menguatkan para petani untuk terus bertahan di era sekarang ini, bahkan meningkatkan produktivitas pertanian mereka. Untuk pengembangan program selanjutnya, saya dan tim sedang menyusun rencana agar Desa Gudang Kahuripan bisa menjadi kampong percontohan dalam pemanfaatan irigasi hemat air di wilayah Kabupaten Bandung Barat,” lanjutnya.
“Saya benar-benar berterima kasih kepada seluruh dosen dan mahasiswa yang telah menghadirkan program ini. Bagi kami, program ini sangat membantu. Kami tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang cara bertani, tetapi juga memperoleh pendampingan langsung di lapangan sehingga terasa lebih nyata manfaatnya,” tuturnya.
Ia juga merasa kegiatan ini berbeda dengan program sebelumnya yang pernah ada. Biasanya, kegiatan hanya sekali datang lalu berhenti, tetapi program pengabdian dari Universitas Halim Sanusi ini dilakukan secara berkelanjutan dengan pendampingan beberapa kali.
Pada kesempatan yang sama, Bapak Sadi sebagai Ketua Kelompok Tani Alam Kahuripan menyampaikan rasa syukurnya karena kelompok taninya terpilih sebagai lokasi pengabdian masyarakat dari Universitas Halim Sanusi Bandung.
Kolaborasi yang secara langsung memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui teknologi irigasi tetes, patut diapresiasi yang sebesar-besarnya” ujarnya.
Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini dimulai dengan kegiatan sosialisasi, kemudian pelatihan mengenai manajemen lahan pertanian hemat air, serta praktik langsung instalasi irigasi tetes bersama para petani. Selain dosen, Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa dari program studi agroteknologi yaitu David Muhammad Ramdani, Yasir dan Raihan Firdaus.
(Aak)











