BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Di era serba cepat, banyak orang merasa lelah bukan karena fisik, tetapi karena pikirannya tak pernah berhenti bekerja.
Setiap keputusan kecil bisa berubah jadi beban besar di kepala. Fenomena ini dikenal sebagai overthinking yaitu kondisi ketika seseorang terlalu banyak memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi.
Meski terlihat sepele, overthinking dapat menguras energi, menurunkan fokus, hingga memicu stres. Lalu, bagaimana cara mengendalikan pikiran agar tidak terus berputar tanpa henti?
- Sadari Kapan Pikiranmu Mulai Terlalu Bising
Langkah pertama adalah mengenali kapan pikiran mulai terasa sesak. Biasanya muncul di momen tenang saat sebelum tidur, saat sendirian, atau ketika baru saja membuka media sosial.
Ketika menyadari itu, berhentilah sejenak. Tarik napas dalam-dalam, rasakan udara masuk, dan lepaskan perlahan. Kesadaran sederhana ini bisa membantu menenangkan gelombang pikiran yang liar.
- Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan
Overthinking sering berakar dari keinginan untuk mengontrol segalanya. Padahal, tidak semua hal bisa diatur sesuai kehendak.
Coba tulis dua kolom di catatanmu, satu berisi hal yang bisa kamu ubah, dan satu lagi yang tidak. Dengan cara ini, kamu akan tahu di mana energi harus diletakkan, dan mana yang sebaiknya dilepaskan.
- Batasi Informasi yang Masuk
Kebiasaan terus-menerus memantau media sosial dapat memperburuk kecemasan. Perbandingan sosial membuat banyak orang merasa tertinggal atau tidak cukup baik.
Coba beri jarak sejenak dari layar. Satu hari tanpa scroll tak akan mengubah dunia, tapi bisa memberi ruang bagi pikiran untuk bernapas.
- Beri Waktu untuk Diri Sendiri
Tidak semua waktu harus produktif. Istirahat bukan bentuk kemalasan, melainkan kebutuhan. Dengarkan musik, berjalan santai, atau sekadar diam tanpa tujuan. Tubuh dan pikiran butuh jeda agar bisa bekerja lebih baik esok hari.
BACA JUGA
Blind Box, Blind Decision: Psikologi di Balik Fenomena Pop Mart
Mahasiswa Ciptakan Boneka Pintar Pendeteksi Depresi untuk Generasi Z
Tenang Bukan Berarti Tanpa Masalah
Mengatasi overthinking bukan soal menghapus semua pikiran, melainkan belajar berdamai dengannya. Pikiran yang penuh bisa menjadi tanda bahwa kita peduli, namun kepedulian yang berlebihan justru bisa melukai diri sendiri.
Mulailah dari hal kecil, sadari, tarik napas, dan lepaskan. Karena tenang bukan berarti tanpa masalah, tapi tahu cara menghadapi setiap pikiran yang datang dengan lebih lembut.
(Risdawati/Magang UNLA/Aak)











