BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Menggunakan mobil listrik (EV) untuk perjalanan jauh seperti mudik memerlukan strategi khusus agar daya baterai tetap efisien dan tidak cepat habis di tengah jalan.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu menekankan bahwa prinsip efisiensi energi pada kendaraan listrik pada dasarnya sama dengan mobil berbahan bakar bensin, yakni menekan energi yang terbuang dari gaya mengemudi, hambatan kendaraan, serta beban tambahan. Gaya mengemudi agresif menjadi salah satu penyebab utama pemborosan energi.
“Mengemudi terlalu cepat, sering melakukan akselerasi mendadak lalu pengereman keras, atau terjebak stop-and-go yg tidak diantisipasi akan membuat konsumsi energi meningkat signifikan.” katanya dikutip dari Antara, Jumat (13/3/2026).
Berikut adalah beberapa trik utamanya:
1. Gunakan Mode Berkendara “Eco”
Aktifkan mode Eco untuk mengoptimalkan konsumsi energi. Mode ini biasanya akan membatasi respons akselerasi dan menyesuaikan sistem pendingin agar lebih hemat daya.
2. Manfaatkan Regenerative Braking
Maksimalkan fitur pengereman regeneratif. Fitur ini memungkinkan mobil mengisi ulang sedikit daya baterai setiap kali Anda melepas pedal gas atau menginjak rem, yang sangat efektif terutama saat menghadapi kemacetan atau jalanan menurun.
3. Hindari Kecepatan Tinggi yang Konstan
Memacu mobil listrik dalam kecepatan tinggi secara terus-menerus akan menguras baterai jauh lebih cepat dibandingkan berkendara dengan kecepatan sedang dan stabil. Usahakan untuk menjaga ritme berkendara yang tenang.
Baca Juga:
Apa Itu Thermal Runaway pada Mobil Listrik? Penyebab, Dampak dan Cara Mencegahnya
Beli Mobil Listrik Tak Bisa Asal Pilih, Ini Bahan yang Harus Diperhatikan
4. Bijak dalam Penggunaan AC
AC adalah salah satu komponen yang paling banyak menyedot daya baterai selain motor penggerak.
- Atur Suhu: Hindari menyetel suhu terlalu dingin. Gunakan suhu sedang (sekitar 23-24 derajat Celsius) dengan kecepatan kipas (blower) secukupnya.
- Tips Pre-cooling: Jika memungkinkan, dinginkan kabin mobil saat masih terhubung ke pengisi daya (charger) sebelum berangkat, sehingga baterai tidak terbebani untuk mendinginkan suhu kabin yang panas saat mulai jalan.
5. Strategi Pengisian Daya
Jangan menunggu baterai benar-benar habis. Disarankan untuk mulai mencari SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) ketika baterai menyisakan daya sekitar 30 persen. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan baterai dan memberikan rasa tenang (menghindari range anxiety) jika terjadi antrean di tempat pengisian.
6. Perencanaan Rute dan Cek Lokasi SPKLU
Sebelum berangkat, petakan rute perjalanan dan titik-titik SPKLU yang tersedia di sepanjang jalur mudik (misalnya di rest area tol). Gunakan aplikasi pendukung untuk memantau status SPKLU apakah sedang beroperasi atau sedang digunakan.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, perjalanan mudik dengan mobil listrik akan terasa lebih nyaman, aman, dan meminimalisir risiko kehabisan daya di lokasi yang tidak diinginkan.











