BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Langkah pertama Toprak Razgatlioglu di dunia MotoGP langsung memperlihatkan bahwa transisi dari World Superbike ke kelas premier bukan perkara sederhana. Debut publiknya bersama Pramac Yamaha dalam tes Valencia menjadi momen krusial, bukan hanya untuk mengukur kecepatan, tetapi juga untuk memetakan kebutuhan teknis yang harus segera dipenuhi tim.
Juara dunia WSBK tiga kali itu mencuri perhatian dengan catatan waktu yang relatif kompetitif, terpaut 1,294 detik dari rider tercepat meski baru pertama kali menunggangi motor MotoGP di hadapan publik. Namun di balik angka tersebut, Toprak menekankan bahwa adaptasi masih berada pada tahap paling awal.
Menurutnya, perbedaan antara Superbike dan MotoGP terasa ekstrem. Bukan semata soal tenaga atau kecepatan, melainkan detail teknis yang mengubah total cara mengendarai motor. Posisi berkendara menjadi tantangan terbesar sejak lap pertama di Valencia.
Toprak mengungkapkan bahwa sesi tes hari pertama hampir sepenuhnya dihabiskan untuk mencari posisi yang nyaman di atas motor. Keterbatasan teknis pun ikut memengaruhi proses tersebut, karena Yamaha hanya menyediakan satu motor tanpa banyak opsi komponen pendukung.
Baca Juga:
Yamaha Siapkan Toprak Razgatlıoglu untuk MotoGP 2026
Situasi itu membuat Yamaha bergerak cepat. Pabrikan asal Jepang tersebut telah menyiapkan update awal, termasuk set clip-on dengan posisi lebih tinggi untuk membantu Toprak mendapatkan kontrol yang lebih alami, terutama saat pengereman dan memasuki tikungan.
Selain posisi berkendara, Toprak menyoroti perbedaan karakter rem, ban, serta akselerasi sebagai aspek yang paling menuntut penyesuaian. Feeling roda depan, yang menjadi senjata utamanya di WSBK, masih perlu dibangun ulang di MotoGP.
Meski menyadari jalan panjang masih terbentang, Toprak menilai adaptasi awalnya berada di jalur yang tepat. Tes Valencia lebih ia anggap sebagai fondasi, bukan ajang berburu waktu. Dengan dukungan update teknis dari Yamaha, targetnya jelas: membangun kenyamanan secepat mungkin agar siap bersaing saat musim debut MotoGP dimulai.
Langkah awal memang penuh keterbatasan, tetapi bagi Toprak Razgatlioglu, tantangan itu justru menjadi bagian dari ambisi besar menaklukkan kelas tertinggi balap motor dunia.
(Budis)











