BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Toprak Razgatlioglu menutup satu bab besar dalam hidupnya dengan cara yang hanya bisa dilakukan oleh seorang juara sejati. Setelah meraih titel dunia bersama Yamaha pada 2021, rider Turki itu menuntaskan perjalanannya di World Superbike dengan dua gelar beruntun untuk BMW, sebuah pencapaian yang menempatkannya di jajaran legenda. Ia kini sejajar dengan Troy Bayliss, dan hanya berada di bawah dua ikon terbesar: Carl Fogarty dengan empat gelar dan Jonathan Rea dengan enam.
Namun alih-alih merayakan dominasi panjangnya, Razgatlioglu justru memulai langkah paling berani dalam kariernya. Saat diwawancarai mantan juara dunia dua kali, James Toseland, di karpet merah WorldSBK Awards di Swiss, sang juara tiga kali itu mengungkapkan bahwa mimpinya kini berubah.
“Saya selalu bermimpi menjadi juara dunia sekali, tetapi kami mencapainya tiga kali. Saya benar-benar bahagia.Tapi bagaimanapun, sekarang saya akan pergi ke MotoGP. Ini adalah berita besar bagi saya, tantangan terbesar,” ujarnya, melansir motoGP, Selasa (9/12/2025).
Keputusan itu tak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga membawa efek gelombang ke negeri asalnya. Di Turki, popularitas Razgatlioglu meningkat drastis. Ia mengaku kini sulit sekadar makan di restoran tanpa menjadi pusat perhatian.
“Semua orang sangat bahagia di Turki. Saya semakin terkenal. Terkadang tidak mudah ketika saya pergi ke suatu tempat dan semua orang memperhatikan. Tapi saya sedang belajar. Sekarang semua orang mengenal saya, katanya.
Baca Juga:
Alex Rins Optimis Tatap MotoGP 2025 dengan Yamaha
Di luar ketenaran pribadi, Toprak melihat momentum ini sebagai pintu besar bagi olahraga motor di Turki. Selama bertahun-tahun, sepak bola mendominasi budaya olahraga negara tersebut. Namun kini, dengan kepindahannya ke MotoGP, ia berharap minat publik berubah.
“Ini bagus untuk olahraga ini karena di Turki, sepak bola adalah segalanya. Tapi sekarang sudah mulai sedikit berubah. Saya berharap di MotoGP saya meraih kesuksesan, dan mungkin olahraga motor akan menjadi jauh lebih besar di Turki,” tambahnya.
Toprak bukan sekadar pembalap yang naik kelas. Ia membawa harapan sebuah bangsa, membawa WorldSBK meninggi, dan kini bersiap mengguncang panggung terbesar dunia: MotoGP.
(Budis)











