JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Nama Mohan Hazian mendadak menjadi perbincangan luas publik setelah trending di platform X (sebelumnya Twitter) pada Senin (9/2/2026). Perbincangan ini dipicu oleh unggahan seorang perempuan yang mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual saat menjalani pekerjaan photoshoot brand lokal Thanksinsomnia.
Unggahan tersebut disertai peringatan “TW SH/SA” (Trigger Warning Sexual Harassment/Sexual Assault) dan telah dilihat lebih dari 10,3 juta pengguna, memicu gelombang reaksi warganet.
Pengakuan Korban: Berawal dari Job Photoshoot
Korban, melalui akun @aarummanis, menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi pada Mei 2025. Ia mengaku mendapatkan pekerjaan sebagai talent photoshoot dan videoshoot untuk sebuah brand lokal terkenal yang disebut memiliki owner berinisial M.
“Bulan Mei 2025, saya dapet job sebagai Talent untuk photoshoot/videoshoot untuk salah satu brand lokal terkenal dengan owner inisial M,” tulisnya.
Menurut pengakuannya, sesi photoshoot awalnya berlangsung normal tanpa kejanggalan.
“Pada saat photoshoot tidak ada hal yang aneh dan semua berjalan lancar,” lanjutnya.
Situasi Berubah Setelah Photoshoot Selesai
Photoshoot tersebut disebut melibatkan dua fotografer termasuk owner berinisial M, serta satu talent scouter yang menghubungi korban. Masalah, menurut korban, mulai muncul setelah sesi pemotretan selesai.
Ia mengaku sempat berniat pulang, namun mendapat ajakan makan dari sang owner. Saat itu, talent scouter masih berada di lokasi sehingga korban menganggap ajakan tersebut sebagai bentuk keramahan profesional.
Namun, situasi berubah ketika korban justru ditinggal berdua dengan owner dan kembali dibawa masuk ke area photoshoot.
“Saya bingung karena saya berpikir bahwa kita semua akan makan di luar,” tulisnya.
Dugaan Pelecehan Seksual
Dalam unggahan tersebut, korban mengaku dugaan pelecehan seksual terjadi setelah ia berada berdua dengan owner. Ia menyatakan telah menolak, namun penolakan itu tidak dihiraukan.
Korban menuliskan bahwa ia mengalami sentuhan paksa, ciuman, hingga tindakan yang membuatnya merasa terancam secara fisik dan psikologis.
Ia mengaku sempat melawan, namun kemudian memilih bersikap kooperatif demi bisa keluar dari situasi tersebut dengan selamat.
“Saya pada saat itu 90% yakin saya akan diperkosa,” tulis korban.
Ia juga mengungkap trauma mendalam yang masih dirasakannya hingga kini.
Korban Mengaku Tak Punya Bukti Hukum
Korban menyatakan tidak membawa kasus tersebut ke ranah hukum karena merasa tidak memiliki bukti kuat.
“Saya tidak meminta kalian mencari orang tersebut, atau saya tidak meminta ada keadilan karena saya sudah terlalu pesimis, saya tidak punya bukti. Saya hanya punya luka dan memori,” tulisnya.
Ia menutup ceritanya dengan refleksi bahwa kekerasan seksual berkaitan erat dengan relasi kuasa dan kontrol tanpa persetujuan korban.
Nama Mohan Hazian dan Thanksinsomnia Disorot
Seiring viralnya unggahan tersebut, warganet mulai mengaitkan sosok owner berinisial M dengan Mohan Hazian, yang dikenal sebagai pemilik brand Thanksinsomnia. Dugaan ini berkembang di ruang publik, meski belum ada konfirmasi resmi.
Video photoshoot yang diduga melibatkan korban dilaporkan telah dihapus dari akun resmi Thanksinsomnia. Kolom komentar akun tersebut kini ditutup, diduga setelah diserbu warganet.
Sementara itu, akun Instagram pribadi Mohan Hazian juga dipenuhi komentar netizen yang menuntut klarifikasi.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Mohan Hazian maupun pihak Thanksinsomnia terkait tudingan yang beredar. Media masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi.
Perlu ditegaskan bahwa seluruh informasi dalam pemberitaan ini merujuk pada pengakuan korban yang viral di media sosial, dan proses verifikasi serta klarifikasi masih berlangsung.
(Dist)











