BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Satu lagi kejutan besar terjadi di WTA Finals Riyadh 2025. Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka harus mengakui keunggulan Elena Rybakina setelah kalah dua set langsung 3-6, 6-7 dalam laga final yang berlangsung menegangkan.
Sabalenka datang ke final dengan status unggulan utama dan musim yang luar biasa konsisten, tetapi di partai puncak segalanya seolah berbalik arah. Permainannya yang biasanya agresif justru terlihat hati-hati. Banyak pengamat menilai Sabalenka terlalu bermain aman, gaya yang justru membuatnya terjebak dalam perang taktik melawan Rybakina yang tampil tenang dan efisien.
Sementara itu, Rybakina, petenis asal Kazakhstan yang kini sedang dalam performa terbaik, tampil tanpa tekanan. Ia bermain bak mesin, presisi, dingin, dan tak tergoyahkan hingga memastikan diri sebagai juara baru WTA Finals.
“Sejujurnya, saya tidak mengharapkan apa pun di turnamen ini. Saya hanya mencoba tetap fokus dan menikmati setiap pertandingan. Aryna petenis luar biasa, tapi saya sedikit lebih beruntung di momen penting,” ujar Rybakina, melansir WTA, SEnin (10/2025).
Baca Juga:
Elena Rybakina Tak Terbendung! Singkirkan Pegula, Lolos ke Final WTA Riyadh 2025
Aryna Sabalenka Akhiri Dominasi Swiatek di French Open
Namun, yang menarik perhatian justru reaksi emosional Sabalenka setelah tumbang dari Rybakina. Dengan mata berkaca-kaca, ia memberikan ucapan yang mengejutkan dan penuh rasa hormat untuk sang juara.
“Mungkin ini bukan penampilan terbaik saya. Elena, kau benar-benar menghajar saya keluar dari lapangan. Tapi aku senang melihatmu memainkan permainan terbaikmu. Kebangkitanmu di akhir musim luar biasa, nikmatilah trofi yang indah itu,” ” ucap Sabalenka.
Pernyataan Sabalenka itu membuat suasana podium menjadi haru. Ia bahkan sempat menoleh ke arah timnya dan berkata lirih,
“Saya rasa saya semakin tua dan jadi lebih sensitif. Tapi saya bangga dengan semua yang sudah kami raih tahun ini,” katanya.
Bagi Rybakina, kemenangan ini bukan sekadar gelar. Ini adalah simbol perubahan kekuatan di tenis putri. Setelah sempat diragukan karena performa naik-turun di pertengahan musim, Rybakina menutup tahun dengan gelar ketiganya dan mencatat 58 kemenangan sepanjang musim, bukti bahwa dirinya kini benar-benar sejajar dengan elite dunia seperti Sabalenka, Swiatek, dan Pegula.
“Ini pekan yang luar biasa. Saya berharap kami akan bertemu di lebih banyak final besar. Karena pertarungan seperti inilah yang membuat tenis menjadi indah,” pungkas Rybakina. “
(Budis)











