JAKARTA, TEROPONGEMDIA.ID — Andi Amran Sulaiman mengungkapkan arahan Prabowo Subianto untuk melanjutkan program biodiesel berbasis sawit B50 sebagai strategi utama ketahanan energi nasional.
Menurut Amran, implementasi B50 ditargetkan mampu menggantikan kebutuhan impor solar hingga 5,3 juta ton pada tahun ini.
“Kita menyetop impor solar digantikan oleh biofuel sawit B50. Itu 5,3 juta ton. Itu tahun ini kita tidak impor,” ujarnya.
Kebijakan ini menandai langkah agresif pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor.
Efek Geopolitik Dorong Percepatan Energi
Pemerintah melihat ketegangan geopolitik global sebagai momentum untuk mempercepat transisi energi domestik.
Menurut Amran, kondisi global justru menjadi peluang untuk memperkuat kemandirian energi nasional.
“Kondisi geopolitik yang memanas itu ada hikmahnya bagi Indonesia,” katanya.
Dengan ketidakpastian pasokan energi global, diversifikasi sumber energi menjadi kebutuhan mendesak.
E20 Disiapkan Gantikan Pertalite dan Pertamax
Selain biodiesel, pemerintah juga menyiapkan skema bioetanol E20, yakni campuran etanol 20 persen dalam bensin.
Program ini ditujukan sebagai alternatif pengganti BBM jenis Pertalite dan Pertamax dalam jangka menengah.
“Mimpi kita E20, ethanol campuran bensin 20% dari jagung, ubi, dan tebu,” ujar Amran.
Langkah ini memperluas strategi hilirisasi energi dari sektor sawit ke komoditas pertanian lainnya.
Bahan Baku Lokal Jadi Andalan
Pengembangan biofuel akan bertumpu pada sumber daya domestik, termasuk jagung, ubi, dan tebu.
Salah satu potensi besar berasal dari molases atau tetes tebu yang selama ini justru diekspor.
Produksi molases nasional diperkirakan mencapai 1 juta ton, yang dapat dioptimalkan sebagai bahan baku energi.
“Bahan baku kita yang kita ekspor, itu ada 1 juta ton itu molases,” jelas Amran.
Pemanfaatan bahan baku lokal ini menjadi bagian penting dalam strategi hilirisasi dan penguatan ekonomi berbasis sumber daya dalam negeri.
Baca Juga:
Kartel Pinjol Raksasa Sulap Suku Bunga, OJK Punya PR Serius!
Prabowo Geber 13 Proyek Hilirisasi Baru, Nilai Tembus Rp239 Triliun!
Ke depan, pemerintah akan mengkaji implementasi program ini bersama lintas kementerian, termasuk sektor BUMN energi.
Integrasi kebijakan biodiesel dan bioetanol menunjukkan arah baru kebijakan energi Indonesia: dari ketergantungan impor menuju swasembada energi berbasis biofuel.











