BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) resmi menunda proses jajak pendapat terkait keikutsertaan Israel di kancah internasional.
Sebelumnya, UEFA direncanakan menggelar rapat darurat pekan ini untuk membahas wacana pemberian sanksi terhadap Israel melalui mekanisme voting. Isu tersebut mencuat di tengah desakan luas agar timnas maupun klub Israel dicoret dari berbagai kompetisi.
Namun, perkembangan terbaru membuat publik yang kontra terhadap Israel harus menelan kekecewaan. Komite Eksekutif UEFA, Rabu (1/10/2025), menyepakati penundaan voting tersebut.
Langkah itu diambil sebagai respons atas upaya terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang tengah menginisiasi misi perdamaian di Gaza. Hal ini diungkapkan Wakil Presiden FIFA, Victor Montagliani.
“UEFA mengatakan bahwa mereka akan menunda pemungutan suara dan menunggu rencana perdamaian,” ujar Montagliani, dikutip dari The Athletic.
BACA JUGA:
Ambisi Meniru Indonesia Berujung Skandal, Malaysia Disanksi FIFA Soal Naturalisasi
Menurut Montagliani, FIFA tidak bisa bertindak sebagai pengambil keputusan terakhir. Ia menegaskan bahwa Israel merupakan anggota UEFA sehingga otoritas penuh berada di tangan konfederasi tersebut.
“Israel adalah anggota UEFA, dan sama seperti jika saya harus menangani anggota di wilayah saya, itu adalah keputusan mereka. Saya menghormati bukan hanya prosesnya, tetapi juga keputusan apa pun yang mereka ambil,” tegas Montagliani, Presiden CONCACAF.
Keputusan UEFA untuk menunda voting berbarengan dengan surat resmi Amnesty International kepada FIFA dan UEFA. Amnesty mendesak agar Israel segera dicoret dari kompetisi internasional sekaligus menghentikan partisipasi klub-klub asal pemukiman ilegal di Tepi Barat.
Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard, menilai langkah tegas harus diambil mengingat Israel terus melakukan genosida terhadap Palestina di Jalur Gaza. Ia menyebut lebih dari 800 atlet dan pejabat olahraga menjadi bagian dari puluhan ribu korban jiwa akibat agresi militer Israel.
Reaksi lambat UEFA menuai kritik tajam, terutama jika dibandingkan dengan sikap cepat mereka saat menjatuhkan sanksi kepada Rusia di tengah konflik Ukraina.
Meski demikian, secara matematis Israel masih berpeluang melanjutkan kiprahnya di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa. Tim asuhan Ran Ben Shimon akan menghadapi Norwegia (11/10/2025) dan Italia (14/10/2025) di Grup I.
Saat ini, Israel mengoleksi sembilan poin dari lima pertandingan, jumlah yang sama dengan Italia meski sudah bermain satu laga lebih banyak. Mereka tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen, Norwegia, yang selalu meraih kemenangan.
(Haqi/_Usk)











