JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — PT Honda Prospect Motor (HPM) sebelumnya telah memamerkan konsep Super One dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Setelah itu, mobil listrik tersebut juga tampil di panggung internasional melalui Japan Mobility Show.
Bukan tidak mungkin mobil itu bisa dijual massal di Indonesia. Bahkan, kendaraan listrik Honda ini beberapa kali terlihat menjalani pengujian di jalan raya dan sempat tertangkap kamera. Kendati begitu, jadwal peluncurannya di Tanah Air masih menjadi pertanyaan publik.
Peluang Honda Super One Dijual di Indonesia
Terkait hal itu, President Director PT Honda Prospect Motor, Shugo Watanabe, mennanggapi soal uji jalan mobil tersebut.
“Mungkin sudah melihat spyshoot dari mobil yang berkamuflase itu dites jalan di Indonesia. Intinya kalau kita tidak ada rencana konkret tentunya, kita tidak akan melakukan testing di Indonesia,” katanya, dikutip Minggu (16/11/2025).
BACA JUGA:
Duel Motor Ayam Jago, Suzuki Satria F150R vs Honda Sonic 150R
Watanabe menjelaskan, aktivitas uji jalan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pengujian global yang dilakukan Honda. Tes ini diperlukan untuk memastikan kesiapan kendaraan sebelum memang benar-benar dipasarkan.
“Dalam jangka waktu tidak terlalu lama mungkin akan kita putuskan rencana mobil ini di Indonesia,” memberi sinyal bahwa keputusan resmi terkait pemasaran model tersebut akan segera diumumkan.
Konsep Super One
Model kendaraan listrik Honda ini mengusung konsep “e: Dash BOOSTER”. Prototipe Super-ONE dikembangkan sebagai mobil listrik kompak yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara harian yang lebih menyenangkan, didukung oleh beragam fitur modern.
Dengan memanfaatkan platform ringan dari Seri N, Super-ONE hadir dengan proporsi yang diperpanjang serta fender blister yang lebih lebar. Desain ini dipilih untuk memberikan stabilitas lebih baik sekaligus sensasi berkendara yang lebih dinamis.
Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah mode boost yang dibuat khusus untuk model ini. Teknologi tersebut dapat meningkatkan output tenaga sehingga sistem penggerak mampu bekerja pada performa optimal. Mode ini juga menyelaraskan simulasi transmisi tujuh percepatan dan sistem Active Sound Control, memberikan pengalaman berkendara dengan nuansa seperti mobil bermesin bensin (ICE) meski berbasis listrik.
(Saepul)











