BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turun langsung meninjau wilayah terdampak angin puting beliung di Kecamatan Ujungberung, Selasa (4/11/2025) kemarin sore. Dengan wajah prihatin, Farhan menemui para warga korban yang rumahnya rusak diterjang angin kencang.
“Memang kondisinya sangat memprihatinkan. Ada rumah yang tidak bisa ditinggali karena sebagian atapnya hilang,” kata Farhan saat meninjau lokasi kejadian di Kelurahan Pasanggrahan, Rabu (5/11/2025).
Farhan menegaskan, langkah pertama yang dilakukan Pemkot Bandung adalah memastikan seluruh warga terdampak berada di tempat aman.
Farhan pun menginstruksikan BPBD Kota Bandung untuk melakukan assessment ulang dan memetakan kerusakan secara rinci.
“Jangan sampai ada korban ketika terjadi hujan atau puting beliung susulan. Kita tidak pernah tahu kapan cuaca ekstrem datang kembali,” tegasnya.
Selain BPBD, Farhan juga meminta Dinas Sosial (Dinsos) serta Kampung Siaga Bencana untuk segera mendata warga yang membutuhkan bantuan logistik dan tempat tinggal sementara.
Baca Juga:
Angin Puting Beliung Hantam Ujungberung, 32 Rumah Warga Rusak
BPBD Bandung: Puluhan Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Ujungberung
“Pendataan harus selesai kurang dari 24 jam, dan kebutuhan dasar warga harus terpenuhi secepatnya,” ucapnya.
Untuk membantu pemulihan awal, Bank BJB turut memberikan bantuan tunai kepada warga yang terdampak. Rinciannya, Rp1 juta untuk rumah rusak ringan, Rp2 juta untuk rusak sedang, dan Rp3 juta bagi rusak berat.
“Itu bentuk perhatian dan respon cepat kita terhadap bencana ini,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, 3 Kecamatan terdampak diantaranya Cinambo, Ujungberung, dan Cibiru dengan total rumah sebanyak 289 terdampak akibat angin puting beliung.
Diantaranya sebagai berikut:
-
Cinambo: 103 Rumah di kelurahan Pakemitan
-
Ujungberung: 93 Rumah di Kelurahan Pasir Jati, Pasanggrahan dan Suka Mulya
-
Cibiru: 93 Rumah di Kelurahan Pasir Biru dan Cisurupan.
-
Dari total 289 rumah yang terdampak tersebut ada kurang lebih 900 jiwa yang terdampak
.
Oleh karena itu, Farhan mengimbau masyarakat Kota Bandung untuk tetap siaga menghadapi cuaca ekstrem.
“Kita tidak bisa memprediksi kapan datangnya dan kapan berakhirnya. Karena itu, mari kita menjadi masyarakat tangguh bencana. Pemerintah tidak akan tinggal diam BPBD, Dinsos, dan kewilayahan semuanya kompak bergerak,” katanya.
Sementara itu, di lokasi kejadian, warga masih berupaya membersihkan puing-puing rumah yang hancur. Lili Yuliani, Ketua RT 01 RW 07 Kelurahan Pasanggrahan, menceritakan detik-detik mencekam saat angin kencang datang.
“Sore itu hujan kecil, tiba-tiba pohon rambutan patah, terus ada suara gemuruh, genteng dan garasi pada hancur, setelah reda, warga baru keluar rumah dan lihat banyak yang rusak,” ujar Lili
Sedangkan Ketua RW 07, Asep Kurnia, mengungkapkan sejauh ini ada sekitar 16 rumah di wilayahnya yang terdampak, dengan kondisi bervariasi dari rusak ringan hingga berat, dirinya bersyukur tak ada korban jiwa.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Kami hanya berharap bantuan segera disalurkan, karena hujan bisa turun kapan saja,” katanya.
Asep juga menyampaikan terima kasih atas kedatangan Wali Kota Bandung yang akan membantu para warga yang saat ini terdampak.
“Kami sangat berterima kasih. Bantuan dari Bank BJB itu bentuk perhatian nyata pemerintah. Walau belum sepenuhnya cukup, tapi kami merasa diperhatikan,” pungkasnya.
(Kyy/_Usk)











