BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, meluncurkan gagasan unik dalam dunia pendidikan. Lewat program beasiswa yang tak biasa, setiap pelajar di wilayah Kabupaten Wonosobo rencananya akan menerima seekor domba sebagai bentuk dukungan pendidikan.
Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo, menjelaskan bahwa program “beasiswa domba” ini dirancang sebagai bentuk tabungan pendidikan jangka panjang.
Selain itu, inisiatif ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa melalui kegiatan beternak, sekaligus mengalihkan perhatian mereka dari kebiasaan bermain handphone (Hp).
“Saya minta buat video yang mengedukasi anak-anak. Juga dirancang beasiswa tapi dimodali kambing. Misalnya, siswa kelas 5 SD atau SMP akan mendapat satu kambing sebagai bentuk tabungan pendidikan biar tidak hanya bermain tapi punya tanggung jawab belajar berternak,” jelas Andang, mengutip Tribunnews, Kamis (23/10/2025).
Andang menambahkan, program ini merupakan puncak dari upaya besar untuk membangkitkan kembali minat beternak di kalangan generasi muda, seiring meningkatnya popularitas domba lokal khas Wonosobo, yakni Dombos.
Dombos sendiri merupakan domba asli Indonesia hasil persilangan antara domba Texel asal Belanda dengan domba lokal, seperti Domba Ekor Tipis dan Domba Ekor Gemuk. Jenis domba ini dikenal memiliki daging yang empuk dan lezat, bulu yang tebal, serta telah diakui sebagai salah satu rumpun ternak lokal Indonesia.
Menurut Andang, langkah ini penting agar pengembangan Dombos tidak hanya berhenti pada ajang kontes atau sekadar hobi, tetapi berkembang menjadi sektor agrobisnis yang kuat dan bernilai ekonomi tinggi.
“Informasi dari Dinas Pertanian, hampir seluruh kecamatan sudah ada Dombos,” ujar Andang,
Semangat Pemkab ini bersambut dengan dukungan penuh dari lembaga keuangan lokal. Direktur Utama BPR BKK Wonosobo, Darsono, menjelaskan bahwa pihaknya siap membangun ekosistem peternakan yang sehat dan produktif. Salah satu pilar utamanya adalah kontes Dombos yang digelar dalam Gebyar Tamades.
“Dengan kontes ini, akan lahir bibit-bibit unggul, baik pejantan maupun indukan,” kata Darsono.
Tujuan utama program ini jelas: meningkatkan kualitas genetik ternak sekaligus memperluas jaringan pemasaran bagi para peternak. Tak hanya itu, BPR BKK juga menyiapkan skema kredit khusus dengan sistem pembayaran yang fleksibel, menyesuaikan dengan siklus panen ternak.
Baca Juga:
Bantu Petani, Pemerintah Turunkan Harga Pupuk Bersubsidi Hingga 20 persen
Pemerintah Umumkan Penurunan Harga Pupuk Urea, Prabowo Siapkan Layanan Pengaduan
“Pokok pinjaman dapat dicicil setiap tiga, empat, atau enam bulan. Bahkan bisa disesuaikan dengan momentum tertentu seperti Idul Adha,” ujar Darsono.
Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan para peternak kini menjadi kunci bagi masa depan agrobisnis Wonosobo.
Program beasiswa domba ini tidak sekadar berorientasi pada ekonomi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi muda yang mandiri, tangguh, dan terampil bukan hanya dalam dunia digital, tetapi juga dalam seni merawat dan mengembangkan ternak.
(Vini Virdiyanti//_Usk)











