JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – BNPB terus memperbarui data korban akibat bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hingga Minggu (14/12/2025) pukul 17.00 WIB.
Tercatat sebanyak 1016 orang meninggal dunia, 214 hilang, 5 ribu terluka. Hal ini berdasarkan dashboard penanganan darurat banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut.
Selain itu, tercatat 158 ribu rumah rusak di 52 kabupaten. Bencana ini juga merusak 434 rumah ibadah, 581 fasilitas pendidikan, 219 fasilitas kesehatan, 145 jembatan, 290 gedung/kantor, serta 1,2 ribu fasilitas umum.
Presiden Prabowo Kunjungi Sumut
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi langsung lokasi pengungsian warga terdampak banjir di MTsN 1 Langkat, Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Sabtu (13/12.2025).
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo mendengar aspirasi warga terdampak dan akan menambah dukungan sesuai kebutuhan dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya air bersih, perbaikan infrastruktur serta memberikan pelayanan optimal bagi para pengungsi dengan mengutamakan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.
Presiden juga memastikan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memantau dan mendampingi masyarakat hingga kondisi sepenuhnya pulih.
Perkuat Penyaluran Bantuan
Pemerintah terus memperkuat upaya penyaluran bantuan ke wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dengan mengerahkan seluruh moda transportasi yang tersedia. Jalur darat, udara, dan laut digunakan secara terpadu untuk memastikan logistik dapat menjangkau kawasan terdampak, termasuk daerah yang masih mengalami keterbatasan akses.
Hingga 14 Desember 2025, percepatan distribusi bantuan disertai dengan pembenahan infrastruktur, khususnya jembatan dan akses penghubung antardaerah.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat terdampak serta mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi secara bertahap.
Siapkan Huntara di Padang
Pemerintah juga menghadirkan hunian sementara (huntara) di Kampung Nelayan, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, sebagai tempat tinggal yang aman dan layak bagi warga terdampak bencana. Upaya ini menjadi langkah awal pemulihan kehidupan masyarakat.
Di Kampung Nelayan, Kota Padang, hunian sementara ini menjadi ruang baru untuk kembali menata harapan. Dari tempat sederhana ini, semangat bangkit warga terus tumbuh pascabencana.
Langkah kecil dengan makna besar. Huntara di Kampung Nelayan, Kota Padang, menjadi saksi perjuangan warga untuk kembali menjalani kehidupan dengan aman dan bermartabat.











